Ditanya Butet Kartaredjasa Soal Kesempatan Jabat RI 1, Begini Jawaban Ahok

"Langsung dilakukan pemutihan dosa-dosa lama. Supaya dari rezim ke rezim ini tidak dijadikan ATM," tukasnya.

Galih Priatmojo | Mutiara Rizka Maulina
Senin, 12 Oktober 2020 | 14:08 WIB
Ditanya Butet Kartaredjasa Soal Kesempatan Jabat RI 1, Begini Jawaban Ahok
Ahok bertemu dengan Butet Kartaredjasa di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. - (YouTube/ Butet Kartaredjasa)

SuaraJogja.id - Seniman Butet Kartaredjasa bagikan video dirinya bertemu dengan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Dalam kesempatan itu, Butet menanyakan seandainya pria yang akrab disapa Ahok ini memiliki kesempatan untuk menduduki kursi RI 1.

Dalam perjalanan menemui Ahok di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Butet memilih melalui jalan yang melewati cincin semanggi sejauh 1,6 KM. Salah satu landmark DKI Jakarta yang baru, peninggalan Ahok saat masih menjabat sebagai Gubernur.

"Sebuah jalan senilai Rp 345 M, tapi sama sekali tidak mengusik duit rakyat," ujar Butet.

Ia menjelaskan bahwa uang yang digunakan untuk pembangunan tersebut tidak diambil dari Anggaran Perencanaan Belanja Daerah (APBD). Melainkan dari dana kompensasi yang diberikan oleh para pengembang properti yang bermasalah.

Baca Juga:Manfaatkan Zoom Meetings, Intip Serunya Pentas Budaya Virtual di Yogyakarta

Butet mneyebutkan bahwa pria keturunan tionghoa itu adalah sebuah simbol perlawanan terhadap tindak korupsi. Maka, jika saat ini BTP menyandang jabatan sebagai komisaris pertamina, untuk mengawasi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tentu akan ada banyak hal yang dirapikan.

Pertamina disebut sebagai BUMN yang dikenal dijadikan sapi perah oleh beberapa pihak. Keberadaan Ahok dalam badan usaha tersebut dinilai Butet akan menimbulkan banyaknya perbaikan di satu dan lain hal. Berbincang di teras dengan Ahok, ia bertanya hal apa yang diperbaiki di Pertamina.

Ahok menjelaskan, bahwa hal pertama yang ia perbaiki adalah mengenai jenjang karir. Jika sebelumnya, Pertamina mendapatkan nilai baik bisa naik satu tingkat. Untuk seseorang bisa menjadi vice president, setidaknya dibutuhkan waktu bekerja selama 20 tahun.

"Jadi ini saya potong," ujar Ahok.

Pada masa pemerintahannya, jika saat di tes mendapatkan nilai yang bagus bisa langsung naik antara empat hingga lima kali. Dalam menerapkan kebijakan tersebut, ia sempat mendapatkan protes selama berbulan-bulan oleh orang-orang disekitarnya.

Baca Juga:Kasus Covid-19 di DIY Tambah 35 Pasien Baru, Sleman Masih Terbanyak

Butet kemudian mempertanyakan mengenai kebijakan lama yang sempat diterapkan di DKI Jakarta, yakni adanya lelang jabatan. Ahok menjawab bahwa hal itu sudah dilakukan di Pertamina selama beberapa bulan, namun ia merasa belum puas.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini

Tampilkan lebih banyak