"Dulu pernah sekali beli baju apa ya, lupa. Udah lama banget itu," katanya.
Meski begitu, Ratna mencoba memahami situasi yang dialami oleh toko-toko, khususnya di pusat perbelanjaan. Ia menduga, pandemi Covid-19 yang menjadi penyebab utama toko-toko tersebut terpaksa tutup.
"Karena pandemi Covid-19 mungkin. Terus sepi kan jadi ya, mungkin gitu penyebabnya, jadi tutup," sebutnya.
Pengunjung mal Amplaz lainnya, Icha (25), mengaku sedih mendengar kabar tutupnya Centro walaupun memang selama ini ia belum pernah secara langsung berbelanja di Centro.
Baca Juga:Pusat Perbelanjaan Centro Amplaz Dikabarkan Gulung Tikar, Warganet Sedih
"Ya sedih aja walaupun enggak pernah belanja di Centro, tapi kan kalau tutup gitu artinya mereka mengalami masa sulit. Ya kasihan juga pegawai-pegawainya," terangnya.
Ia berharap, kondisi perekonomian di tengah pandemi Covid-19 ini bisa segera kembali pulih lagi, sehingga tidak ada toko-toko yang akan tutup dan tetap bisa mempekerjakan pegawainya.
Sebelumnya diberitakan bahwa salah satu pusat fesyen di Jogja, Centro Departement Store, yang berada di kawasan Plaza Ambarrukmo Mall alias Amplaz tutup alias gulung tikar.
Informasi tutupnya Centro Amplaz tersebut dikabarkan sejumlah warganet. Salah satunya oleh pemilik akun TikTok @vyasminee__.
Dalam video yang diunggah tersebut, tampak suasana pusat perbelanjaan pakaian Centro sudah terlihat lengang. Beberapa etalase yang ada di lokasi sudah terlihat kosong, bahkan tak ada satu pun produk yang dipajang.
Baca Juga:Mie Ayam Tumini Masuk Mall, Segini Harga Satu Porsinya
Hingga berita ini dinaikkan, SuaraJogja.id masih terus mencoba menghubungi pihak manajemen Centro atau pihak Amplaz guna mengetahui kejelasan nasib toko tersebut.