alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pengawasan Pasien Isoman Minim, Bupati Sleman Usul Mahasiswa Kedokteran Ikut Terlibat

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana Minggu, 25 Juli 2021 | 12:05 WIB

Pengawasan Pasien Isoman Minim, Bupati Sleman Usul Mahasiswa Kedokteran Ikut Terlibat
Ilustrasi isolasi atau karantina COVID-19 - (Pixabay/fernandozhiminaicela)

Kustini mengusulkan, mahasiswa jurusan kedokteran dari perguruan tinggi yang ada di wilayah Sleman supaya bisa mendapatkan izin untuk mendampingi pasien isolasi mandiri.

SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyarankan untuk bisa turut melibatkan mahasiswa kedokteran yang belum lulus dalam penanganan pandemi Covid-19. Salah satu yang memungkinkan adalah terkait pengawasan terhadap pasien yang menjalani isolasi mandiri (isoman).

Hal ini disampaikan oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo. Ia mengusulkan, mahasiswa jurusan kedokteran dari perguruan tinggi yang ada di wilayah Sleman supaya bisa mendapatkan izin untuk mendampingi pasien isolasi mandiri (isoman).

Hal itu guna memastikan kondisi kesehatan warga yang terpapar Covid-19 agar tetap baik. Terlebih saat ini Kabupaten Sleman masih masuk dalam kategori PPKM Level 4.

Kustini menilai keberadaan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan secara online di masa pandemi saat ini, merupakan solusi yang tepat guna mengatasi masalah kekurangan tenaga kesehatan (nakes).

Baca Juga: Tata Cara Mencuci Pakaian Pasien Isoman dan Penerapan Protokolnya

“Jumlah nakes saat ini sangat sedikit. Sehingga perlu upaya solutif dengan melibatkan mahasiswa serta perguruan tinggi yang punya jurusan kesehatan terutama dokter, untuk terlibat aktif dalam menangani persoalan ini,” kata Kustini kepada awak media, Minggu (25/7/2021).

Kustini menyebut mahasiswa kedokteran tersebut juga dapat diberdayakan untuk membantu nakes di puskesmas. Mengingat, hingga saat ini di Bumi Sembada sendiri angka kasus kematian pasien isoman mencapai 320 jiwa.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan secara berkala oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman, kata Kustini, didapati sejumlah poin. Terutama terkait masih minimnya pengawasan kondisi pasien saat isoman.

Apalagi ditambah dengan masih banyaknya pasien tanpa gejala yang memaksakan diri untuk menjalani isolasi di rumah masing-masing. Padahal sudah ada sejumlah selter yang disiapkan oleh pemerintah.

“Sebenarnya kita sudah sediakan selter di tiap padukuhan dan kalurahan yang terintegrasi dengan puskesmas setempat agar mudah dipantau. Tapi data di lapangan masih banyak yang memaksakan isolasi di rumah dan baru ke faskes setelah mengetahui adanya perubahan kondisi yang semakin memburuk. Ini yang harus segera diantisipasi,” tegasnya.

Baca Juga: Yayasan SPS Surabaya Siapkan Gedung Sekolahnya Buat 100 Warga yang Mau Isoman

Melihat keterbatasan dan kondisi yang terus berkembang saat ini, Kustini menuturkan agar usulan untuk melibatkan mahasiswa jurusan kesehatan terutama dari perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Sleman itu bisa dipertimbangkan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait