Pembebasan Lahan Proyek Pembangunan Jalan Tol di Tirtoadi Sudah Capai 98 Persen

Salah satu kendala pembebasan lahan itu adalah, ada pemilik tanah yang saat akan proses pencarian justru meninggal dunia.

Eleonora PEW | Hiskia Andika Weadcaksana
Senin, 06 September 2021 | 16:55 WIB
Pembebasan Lahan Proyek Pembangunan Jalan Tol di Tirtoadi Sudah Capai 98 Persen
Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Antara)

SuaraJogja.id - Progres pembebasan lahan pembangunan jalan tol khususnya di wilayah Kalurahan Tirtoadi, Mlati, Sleman telah mencapai 98 persen. Proyek yang memakan sekitar 50 persen lahan di padukuhan tersebut hanya menyisakan sejumlah persoalan saja untuk pembebasan lahan.

"Untuk wilayah Tirtoadi bisa dikatakan 98 persen. Hanya beberapa yang ada kendala," kata Jogoboyo (Kasi Pemerintahan) Kalurahan Tirtoadi Heky Prihantoro kepada awak media, Senin (6/9/2021).

Heky menuturkan, salah satu kendala pembebasan lahan itu adalah, ada pemilik tanah yang saat akan proses pencarian justru meninggal dunia. Selain itu ada juga yang hingga saat ini tidak tahu keberadan pemilik tanah yang bersangkutan.

"Jadi itu retur berkas dulu (yang pemilik tanah meninggal). Terus ada yang tidak diketahui keberadaannya. Sampai sekarang pemilik tanah meninggalkan tempat dimana ia memiliki tanah dan belum pernah pulang itu ada satu bidang," ujarnya

Baca Juga:Kronologi Kecelakaan Truk di Breksi hingga Tewaskan 6 Korban dan 4 Berita SuaraJogja

Ditanya mengenai berapa rata-rata ganti rugi yang diterima warganya, Heky tidak bisa menyebutkan secara pasti. Namun besaran ganti rugi itu juga akan berjumlah berbeda antara satu warga dan lainnya.

"Kalau berapa miliarnya itu saya tidak bisa mengatakan karena itu berbeda-beda dan privasinya warga," ucapnya.

Ia hanya menyebut bahwa harga atau ganti rugi yang diterima sudah akan cukup jika digunakan untuk membeli tanah atau rumah baru. Sebab rata-rata harga yang diberikan sudah di atas harga pasaran walaupun memang belum sesuai ekspektasi warganya.

"Yang jelas itu kalau untuk beli tanah dan rumah itu bisa karena memang uang ganti rugi itu sudah di atas harga pasaran sehingga warga bisa leluasan untuk memilih tanah pengganti atau pindahnya. Biar pun itu sudah di atas harga pasaran tapi belum sesuai dengan ekspektasi atau angan-angan warga tetapi warga pun juga sudah menerima," ungkapnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Plt Dukuh Sanggarahan itu menyatakan tidak ada yang benar-benar berubah dari warga Sanggarahan setelah menerima ganti rugi tol tersebut. Justru warga Sanggarahan khususnya tetap memprioritaskan hunian atau tanah baru untuk membelanjakan uangnya.

Baca Juga:Pascaganti Rugi Tol Jogja-Bawen Banyak Sales Masuk Kampung, Begini Imbauan Polisi

"Kalau khusus di Sanggrahan ini belum ada (yang beli mobil). Ini sementara kalau Sanggrahan belum ada mayoritas mereka terfokus untuk beli tanah dan membangun rumah kembali," tuturnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak