alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dapat Lampu Hijau Malioboro Dibuka untuk Wisata, Pemkot Penuhi Syarat dan Persiapan

Galih Priatmojo Minggu, 10 Oktober 2021 | 17:38 WIB

Dapat Lampu Hijau Malioboro Dibuka untuk Wisata, Pemkot Penuhi Syarat dan Persiapan
Suasana di kawasan wisata belanja Malioboro, Daerah Istimewah Yogyakarta, Kamis (30/9). [Suara.com/ Hilal Rauda Fiqry]

belum ada rekomendasi secara tertulis dari pemerintah pusat untuk mengizinkan Malioboro dibuka.

SuaraJogja.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus berupaya untuk membuka Malioboro sebagai kawasan wisata. QR Barcode dan CHSE tengah dipersiapkan sebagai syarat agar bisa dibuka kembali.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan bahwa belum ada rekomendasi secara tertulis dari pemerintah pusat untuk mengizinkan Malioboro dibuka. Namun, Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno telah memberi lampu hijau.

"Sebelumnya kan Pak Menteri (Sandiaga Salahuddin Uno)  sudah menyampaikan itu, selama belum buka, silahkan mengajukan Malioboro ya, agar boleh dibuka lagi," ujar Heroe dihubungi wartawan, Minggu (10/10/2021).

Ia melanjutkan, berbagai persiapan harus dilakukan ketika Malioboro dibuka untuk wisata. Heroe mengatakan berbagai persyaratan untuk operasional, sampai sejauh ini belum terpenuhi. 

Baca Juga: Ganjar dan Sandiaga Uno ke Sangiran, Bicara Pengembangan Seperti Jurassic Park

"Nah, kita kan persiapan juga, pedulilindungi belum masuk. Pak Menteri memang menyarankan agar segera mengajukan ke Kemenkes," kata Heroe yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta itu. 

Malioboro yang hingga saat ini belum memiliki QR Barcode, kata Heroe, Pemkot memilih untuk mengembangkan aplikasinya sendiri. Saat ini sudah mulai diujicobakan lagi di Malioboro.

"Jadi, Malioboro ini sebenarnya sudah diajukan (untuk memperoleh QR code pedulilndungi), tapi memang itu belum memenuhi, khususnya terkait sertifikat CHSE. Sehingga, kita belum dapat," tambah Heroe.

Dengan aplikasi lain, targetnya, setiap wisatawan yang datang tetap mampu tercatat, mulai dari durasi selama di Malioboro dan pengingat untuk segera meninggalkan lokasi jika melebihi 2 jam. 

"Bagaimanapun tetap kita upayakan, agar masyarakat, maupun wisatawan yang berkunjung ke Malioboro itu bisa merasa aman dan nyaman selama di sana," terang dia.

Baca Juga: Masa Karantina Penumpang Kedatangan Internasional Dikurangi, Ini Penjelasan Sandiaga Uno

Meski demikian, kondisi Malioboro sudah cukup ramai oleh wisatawan saat ini. Tak jarang warga memenuhi setiap titik kawasan Malioboro hingga malam hari.

Terlebih lagi, kegiatan pembagian Bantuan Uang Tunai kepada pedagang kaki lima dan warung kecil oleh presiden Joko Widodo (Jokowi) di Malioboro, Sabtu (9/10/2021), menambah daya tarik orang untuk datang ke sana.

Pemkot hingga kini mengklaim, pihaknya hanya membuka Malioboro sebagai kawasan ekonomi. Hal itu menyusul banyak warga yang berdagang dan menggantungkan pendapatannya dari sana.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait