Akibat Proyek JJLS, Gedung SD N 2 Tepus Dirobohkan dan Listrik Dicabut Mendadak

Dewan guru serta komite sekolah memutuskan melaksanakan pembelajaran di balai pedukuhan.

Eleonora PEW
Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:35 WIB
Akibat Proyek JJLS, Gedung SD N 2 Tepus Dirobohkan dan Listrik Dicabut Mendadak
Siswa SD N Tepus 2 belajar di Balai Pedukuhan Blekonang 1 dan Blekonang 2. - (Kontributor SuaraJogja.id/Julianto)

SuaraJogja.id - Pemandangan miris nampak terlihat dari Balai Pedukuhan Blekonang 1 dan Blekonang 2 Kalurahan Tepus Kapanewon Tepus Gunungkidul. Nampak puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) mengikuti pelajaran dengan kondisi ruang seadanya. Rumah Limasan hanya dibagi dengan sekat menggunakan papan triplek.

Saat sekolah lain menyambut gembira dimulainya kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) namun bagi siswa SD N Tepus 2 tidaklah demikian. Bagaimana tidak mereka harus belajar di Balai Dusun usai bangunan sekolah mereka dirobohkan karena terkena proyek Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).

Para siswa terpaksa harus menjalani kegiatan belajar mengajar di tempat yang kurang begitu nyaman. 10 hari terakhir, mereka belajar di Balai Pedukuhan karena tidak ada lagi tempat untuk belajar yang lokasinya memadai.

Usut punya usut, ternyata mereka kini belum memiliki gedung sekolah yang baru. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) belum membangunkan gedung baru sebagai ganti gedung lama yang terkena proyek JJLS.

Baca Juga:5.305 Siswa SD di Kota Tangerang Mulai Divaksinasi

Komite Sekolah SD N Tepus 2 Supriyadi mengatakan apa yang dialami para siswa SD N Tepus murni karena kesalahan dari Disdikipora Gunungkidul. Bagaimana tidak, pihak Disdikpora tak segera membangun gedung yang baru meskipun mereka telah mengantongi uang ganti rugi bangunan sekolah dari pemerintah sebagai dampak dirobohkannya gedung SD N 2 Tepus karena terkena dampak pembangunan JJLS.

"Uang ganti rugi itu sudah diterimakan bertahun-tahun. Dan 4 bulan yang lalu pihak sekolah dan dinas sudah diberitahu agar segera pindah," ujar dia, Selasa (19/10/2021).

Namun nampaknya Disdikpora tidak menggubris pemberitahuan tersebut. Para guru pun tidak mengetahui progres yang terjadi dari program Disdikpora. Para guru justru kaget ketika ada surat pemberitahuan akan adanya pembongkaran gedung SD tersebut.

Surat pemberitahuan tersebut sampai ke sekolah sekitar 3 minggu lalu. Tak hanya itu, listrik pun langsung dicabut, padahal saat itu aktivitas pembelajaran masih berlangsung. Para guru pun lapor ke komite sekolah meminta solusi hingga akhirnya komite sekolah kelabakan mencari bangunan untuk pembelajaran.

"Saya akhirnya menegosiasi pemborong sekitar 2 minggu. Selama 2 minggu masyarakat sekitar membongkar dokumen yang penting dan memindahkan ke rumahnya," ujar dia.

Baca Juga:Viral Video Bocah SD di Jepara Di-bully, Disdikpora Bantah Aksi Perundungan

Untuk beberapa peralatan sekolah seperti meja kursi dan juga papan tulis ataupun almari ditempatkan di Balai Pedukuhan Blekonang 3, dan dewan guru serta komite sekolah memutuskan melaksanakan pembelajaran di Balai Pedukuhan Blekonang 1 dan 2. Jarak antar Balai Pedukuhan tersebut mencapai 1 kilometer.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak