"Tadi ada beberapa polisi datang menanyai suami saya. Tetapi rahang suami saya masih sakit kalau diajak bicara," tambahnya.
Sampai saat ini suaminya masih trauma dengan kejadian yang menimpanya tersebut. Sementara ia sendiri tidak mengetahui alasan mengapa suaminya dianiaya oleh oknum tim sukses calon lurah.
"Hari Rabu kemarin ada yang minta antar ke rumah-rumah kemudian diantar oleh suami saya. Kayaknya itu yang dipermasalahkan," paparnya.
Dua orang tim sukses dari lurah yang kalah mendatangi Ng. Keduanya mengaku meminta maaf dan ingin menyelesaikannya secara kekeluargaan karena mereka akan selamanya bertetangga, sehingga persoalan tersebut sebaiknya diselesaikan baik-baik.
Baca Juga:Kasus Aktif Covid-19 di Gunungkidul Terus Menurun, Kini Tersisa 18 Pasien
"Dia (Ng) itu kader (tim sukses) dari dua calon. Tidak hanya satu calon saja, plin plan," ujar lelaki yang enggan disebut namanya itu.
Calon Lurah Terpilih, Sulardi, mengatakan bahwa dalam pilur kemarin, sebenarnya cukup imbang. Ia mendapat 1.166 dan lawannya mendapat 1.150 suara atau hanya selisih 16 suara untuk akumulasi satu kalurahan. Pihaknya selaku pemenang kompetisi mengimbau kepada pendukung untuk tidak euforia kemenangan.
"Tidak perlu arak-arakan kemenangan karena akan menciptakan kerumunan," ujar dia, Minggu (31/10/2021) malam.
Jikapun ada penganiayaan terhadap pendukungnya, ia menhimbau kepada seluruh masyarakat terutama yang telah memberikan suara terhadap dirinya agar menahan emosi. Tidak perlu melakukan pembalasan.
Ia menandaskan tidak akan mengambil langkah hukum dan meminta agar diselesaikan secara kekeluargaan. Mengingat semua warga di Kalurahan Bedoyo adalah saudara. Dan sejak awal dirinya memang tidak ingin bersinggungan dengan aparat penegak hukum.
Baca Juga:Dituding Sebar Berita Tetangganya Kirim Santet, Pria Kulon Progo Ini Babak Belur Dianiaya
"Saya menginginkan diselesaikan secara kekeluargaan karena kalau diteruskan ke jalur hukum semuanya akan rugi," pintanya.