Pedagang Pasar Ciptomulyo Digusur Tanpa Sosialisasi, Retribusi Juga Tak Diterima

"Saya malah belum dapat surat resmi kalau lokasi berjualan kami akan digusur."

Eleonora PEW | Muhammad Ilham Baktora
Selasa, 02 November 2021 | 13:29 WIB
Pedagang Pasar Ciptomulyo Digusur Tanpa  Sosialisasi, Retribusi Juga Tak Diterima
Deretan kios batu alam dan material bangunan di Pasar Ciptomulyo yang terancam digusur dengan pembangunan lahan parkir di RS Pratama, Mergangsan, Kota Jogja, Selasa (2/11/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

"Kami juga khawatir, jika tiba-tiba ada orang (petugas) datang lalu meminta retribusi yang sudah menumpuk. Ketika kami tidak bisa melunasi nanti bisa saja dipermasalahkan," kata dia.

Tri mengatakan, jika rumah sakit membutuhkan lahan parkir seharusnya perlu dipertimbangkan kembali. Mengingat kondisi rumah sakit mulai ramai pada percepatan vaksinasi ini.

"Kemarin parkir jadi ramai karena banyak yang vaksin. Sampai-sampai parkir di depan kios kami. Harapannya pemerintah bisa mempertimbangkan lagi, setelah vaksin selesai apakah memang membutuhkan lahan parkir?," ujar dia.

Selama 61 tahun Tri berjualan, kebutuhan sehari-harinya ditopang dari berjualan batu alam itu. Terlebih lagi Tri sudah memiliki pelanggan tetap.

Baca Juga:Kembangkan Lahan Parkir RS Pratama, Pedagang Bahan Bangunan di Pasar Ciptomulyo Tergusur

"Kalau harus pindah, mau pindah ke mana?, (mencari) tanah di Jogja sudah sulit. Kalau kami memulai berjualan dari nol di tengah situasi saat ini juga susah," keluh dia.


Hal senada disampaikan Anto (40), laki-laki asal Jogja ini hanya bisa pasrah jika Pemkot akan menggusur kios jualannya.

"Kalau kami boleh berharap, ya terus bertahan di sini. Dulu sudah ada sosialisasi tapi tahun 2019 sebelum ada Covid-19. Jadi setelah Pasar Prawirotaman (Jalan Parangtritis) selesai dibangun tempat kami juga akan dibangun. Rencananya memang taman parkir," kata dia.

Anto tak bisa banyak berbuat karena tanah yang dia tempati merupakan tanah Keraton Yogyakarta yang bisa diambil sewaktu-waktu. Namun jika hanya untuk lahan parkir, ia berharap pemerintah tidak menggusur.

"Saya rasa parkir untuk rumah sakit saat ini memang membludak. Tapi kalau setelah kondisi seperti ini (covid-19) turun, mungkin parkirnya bisa lebih lengang," kata Anto.

Baca Juga:Tidak Tepat Janji, Warga Rusun Petamburan Laporkan Anies Baswedan ke Ombudsman

Baik Anto dan juga Tri tidak mendapatkan kepastian dari Pemkot Yogyakarta kapan pasar akan diratakan. Mereka hanya berharap pemerintah kembali mempertimbangkan kondisi ekonomi dan kehidupan puluhan pedagang di Pasar Ciptomulyo.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak