SuaraJogja.id - Sebuah destinasi wisata di Gunungkidul, Teraskaca baru saja memperkenalkan wahana anyar mereka, Ngopi in The Sky. Wahana yang menawarkan sebuah pengalaman baru dalam menyesap kopi dari atas ketinggian 30 meter di atas tanah itupun viral di media sosial.
Dikutip dari akun Twitter @upil_jarann, wujud wahana Ngopi in the Sky berupa minibar (ruang kopi kecil) terdiri dari sebuah meja panjang yang dipasang berbentuk kotak mirip dengan ruang pertemuan terpasang kuat. Kemudian kursi-kursi dipasang mengelilingi meja tersebut kemudian di tengahnya ada dua bartender dengan satu pemandu.
![kicauan Tri Aditha terkait wahana Ngopi in The Sky. [Triaditha / Twitter]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/01/04/29144-kicauan-tri-aditha-terkait-wahana-ngopi-in-the-sky.jpg)
Minibar tersebut lantas ditarik menggunakan crane berjenis telescope crane. Perlahan-lahan minibar tersebut ditarik ke atas mulai dari ketinggian 15 meter, 21 meter hingga maksimal bisa 30 meter. Di atas itulah, bartender mulai menyajikan kopi ke pengunjung.
Belakangan wahana anyar di kawasan Gunungkidul itupun mendapat sorotan publik. Salah seorang insinyur yang merupakan spesialis dalam perencanaan konstruksi Tri Aditha Nugraha bahkan membuat ulasan menguliti wahana yang tengah viral dibicarakan tersebut lewat akun Twitternya.
Baca Juga:Viral Anjing Punya Rambut Pirang Berkilau Seperti Pakai Wig, Jadi Sorotan Warganet
"[THREAD] Lifting Plan Yuk, kita bahas dari sisi Engineering dan HSE. Kira-kira ada resiko dan bahaya apa aja yah yang ada ketika proses pengangkatan? Dalam dunia konstruksi ada istilah Lifting Plan yang merupakan suatu prosedur sistematis dalam pengangkatan material / personel dengan melakukan perencanaan dan pengawasan. Hal ini dilakukan sebagai tindakan pecegahan risiko kecelakaan," buka threadnya.
"Ketika dalam proses pengangkatan, ada beberapa yang harus dipertimbangkan: 1) Potensi bahaya di sekitar area pengangkatan, Apakah area pengangkatan terdapat kendala dekat sumber listrik, halangan struktur dsb? Apakah tanah pijakan alat berat cukup untuk menahan beban? 2) Potensi Resiko terhadap keselamatan orang, Apakah ada personel/orang yang ikut dalam pengangkatan? Apakah pada proses pengangkatan melewati area publik ? 3) Resiko terhadap pada beban itu sendiri. Kemungkinan beban berpotensi tidak stabil karena adanya gaya dinamis ? Bentuk dan ukuran dari beban yang menimbulkan resiko lain? 4) Resiko lingkungan yang mempengaruhi pengangkatan. Angin , hujan dan salju yang mempengaruhi lifting? Suhu yang mempengaruhi handling beban ? Apakah pengangkatan dilakukan waktu siang dan malam?" tulisnya.
"Jauh sebelum verifikasi detail di engineering untuk men-support Lifting Plan, nah hal-hal diatas baru tahapan awal yang harus dijawab ketika melakukan proses Lifting. Ketika mempersiapkan Detail Lift Plan, kita harus menyediakan Drawing Package yang terdiri dari :-Instruksi dari alat berat yg sesuai diperlukan, Instruksi jalur pengangkatan beban, untuk mengetahui jangkauan (boom), beban (load), dan swing clearance (jarak bersih ayunan). Selanjutnya adalah Analisa Pembebanan saat Proses Lifting. Kalkulasi pusat massa (Center of gravitiy), dan identifikasi faktor pergeseran-nya, Identifikasi titik angkat (lift point), Verifikasi pembebanan di alat berat tidak melebihi kapasitas tanah. Khususnya ketika menyangkut Critical Lift Plan termasuk pengecekan sertifikasi dari alat berat crane dan rigging equipment," lanjutnya.
"Risiko potensi Crane Tipping (terguling) karena: Beban beratnya melebihi kapasitas, Derajat lengan angkut terlalu landai tidak sesuai studi, Tumpuan tanah pada tidak bisa menahan berat. Risiko Sling Rope (Tali Temali) dan Hook (Kaitan) putus atau lepas karena Kapasitas tali tidak cukup menahan beban, Konsentrasi beban pada tali tidak merata, Akibat beban dinamis dan angin/hujan kualitas sling rope tidak di cek. Untuk Hook kurang lebih sama soal kapasitas kekuatan dan juga sering karena pemasangan tidak benar. Sling ama hook itu wajib loh di inspeksi," tukasnya.
Sementara itu banyak di antara netizen lain yang turut menyoroti dan mempertanyakan perihal keselamatan wahana tersebut.
Baca Juga:Viral Bocah Cewek Melayang Dilakban di Tembok, Ekspresinya Banjir Sorotan
"Serius ini pake crane???"Dari segi safety aja sudah melanggar ini, yang bisa digunakan untuk mengangkut orang adalah personnel basket. Ini mengunakan sling yg mana harus setiap minggu diinspeksi. Dalam pengunaan alat berat dalam project konstruksi, mining, oil&gas. Sudah jarang digunakan crane untuk mengangkat manusia, kecuali itu urgent dan harus bener-bener dilihat aspek safety dan manfaatnya oleh safety officer," kata m4*****.