SuaraJogja.id - Beredar kabar bahwa Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono alias Sri Sultan HB X menganggap Covid-19 sekadar sebagai sandiwara.
Kabar itu tersebar lewat pesan berantai di WhatsApp yang mencatut nama Sri Sultan HB X. Dalam pesan itu disebutkan bahwa ia meminta supaya "sandiwara Covid-19" dihentikan.
Selain itu, Sri Sultan HB X seakan menyebarluaskan kabar burung bahwa "China telah memborbardir NKrI dengan serang asimetris dengan menggunakan oknum-oknum pengkhianat di NKRI."
Ada pula empat poin pernyataan soal pinjaman utang, izin warga China masuk bandara Indonesia, rekayasa Covid-19, hingga vaksin yang disebut senjata Yahudi dan China.
Menutup pesan berantai itu, si pengirim menuliskan, "Sudah saatnya anggota DPr RI, TNI, Polri, dan seluruh elemen bersikap. Jangan tidur nyenyak. NKRI sedang dirampok dan dibombardir melalui perang asimetris."
Penjelasan
Kabar soal pesan berantai yang mencatut nama Sri Sultan HB X tersebut rupanya sudah sampai ke pihak Pemda DIY. Akun Instagram @humasjogja pun membagikan tangkapan layar pesan WhatsApp itu pada Selasa (8/2/2022).
Menurut keterangan Pemda DIY, pesan ini sudah pernah disebarkan sebelumnya dan kini kembali menjadi topik perbincangan hangat di tengah meningkatnya kasus Covid-19 varian Omicron.
"Beredar kembali berita pernyataan Sri Sultan Hamengku Buwono X mengenai Covid-19. Berita ini muncul kembali seiring dengan meningkatnya kasus Omicron," tulis @humasjogja.
Baca Juga:Chemtrail Asap Putih di Langit Sebabkan Keracunan, Batuk, Flu, Hingga Omicron, Mitos atau Fakta?
Sebelumnya, dengan isi pesan WA yang sama, @humasjogja ternyata juga pernah membagikan klarifikasi untuk kabar yang telah beredar luas tersebut pada Juli 2021.
- 1
- 2