Tumpukan Sampah Meluber ke Jalan, Aktivitas Warga Kota Jogja Terganggung

Bukan hanya arus lalu lintas yang terganggu tapi juga aktivitas warga sekitar pun ikut terdampak lantaran penutupan TPST Piyungan, Kabupaten Bantul.

Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 11 Mei 2022 | 14:02 WIB
Tumpukan Sampah Meluber ke Jalan, Aktivitas Warga Kota Jogja Terganggung
Penumpukan sampah di TPS Lempuyangan yang meluber hingga ke jalan, Rabu (11/5/2022). [Hiskia Andika Weadcaksana/SuaraJogja.id]

"Kebanyakan beli terus dibungkus. Jarang ada yang dimakan sini sekarang kalau kayak gini," ujarnya.

Selain pelanggan yang sepi, Purwanti juga harus berjuang mengusir lalat yang datang. Di samping juga harus menahan bau yang tak sedap dari tumpukan sampah tersebut.

Penumpukan sampah di TPS Lempuyangan yang meluber hingga ke jalan, Rabu (11/5/2022). [Hiskia Andika Weadcaksana/SuaraJogja.id]
Penumpukan sampah di TPS Lempuyangan yang meluber hingga ke jalan, Rabu (11/5/2022). [Hiskia Andika Weadcaksana/SuaraJogja.id]

"Iya ini selain bau juga saya tutupi makanannya kalau ngga ada yang beli. Soalnya memang lalatnya terus pada datang gitu," ungkapnya.

Terkait sampah miliknya pribadi saat ini, Purwanti menyebut sudah bisa mengatasinya sendiri dengan menimbunnya di rumah. Walaupun memang tidak semua sampah tapi setidaknya pemilahan itu bisa mengurangi sedikit.

Baca Juga:TPST Piyungan Ditutup Warga, DLH Bantul Tunggu Kebijakan dari DLHK DIY

"Mudah-mudahan bisa segera diambil. Warga juga terganggu soalnya arus lalu lintas juga macet," tandasnya.

Warga lainnya, Sigit Prasetyo (43) yang rumahnya berada di samping TPS Lempuyangan tersebut hanya bisa pasrah. Bahkan anak dan istrinya memilih untuk mengungsi ke rumah neneknya akibat kondisi sampah tersebut.

"Mengganggu baunya, air lindi mengalir juga ke depan rumah. Setiap jam harus diguyur air biar ngga bau. Ini anak sama istri pilih ngungsi ke rumah neneknya. Sudah dua hari ini ngungsi," kata Sigit.

Warga kampung Tegal Kemuning, Tegal Panggung, Danurejan, Kota Yogyakarta itu tak menampik kondisi ini sangat mengganggu. Meskipun sudah beberapa kali menghadapi situasi semacam ini ia tetap merasa susah dengan kondisi tersebut.

"Tetap menanggung sekali, repot ini. Solusinya juga nggak tau gimana. Warga sekitar sudah mengupayakan ke pemerintah sebelum kayak gini, sudah komplain, berjalan-berjalan tapi tetap jadi seperti ini," pungkasnya.

Baca Juga:Dampak Pemblokiran Jalan Menuju TPST Piyungan, Heroe Poerwadi: Simpan Dulu Sampahnya

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak