Ancaman Penyakit dari Air Tercemar
Wara menyatakan berbagai penyakit bisa muncul jika masyarakat mengonsumsi air yang tercemar tersebut. Gangguan pencernaan menjadi yang paling sering ditemui akibat konsumsi air ini.
"Air yang tidak memenuhi syarat itu biasanya untuk golongan coli biasanya menimbulkan gangguan di saluran pencernaan," ujarnya.
"Jadi biasanya gangguan yang timbul atau penyakit yang timbul diare biasanya itu, kemudian infeksi saluran kemih atau mungkin gatal-gatal di kulit itu kalau misalnya ada parasit atau apa yang ada di dalam air itu. Tapi rata-rata gejala yang ditimbulkan adalah diare biasanya. Kalau tidak memenuhi syarat dan tidak ditreatment," paparnya.
![plang di kawasan Sayidan yang berisi imbauan untuk menjaga lingkungan sungai. [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/09/22/32161-plang-imbauan-untuk-mencintai-sungai.jpg)
Terkait dari penyakit yang muncul akibat dari konsumsi air di Kota Jogja sendiri tahun ini, diungkapkan Wara memang belum ditemukan. Justru temuan gangguan diare itu kebanyakan disebabkan oleh makanan.
Namun jika konsumsi air tercemar itu terus dibiarkan maka potensi timbulnya penyakit atau gangguan pada tubuh pun tetap bisa muncul. Sehingga pemeriksaan kualitas secara rutin disarakan untuk dilakukan.
"Sebenarnya untuk lebih aman diperiksa secara rutin 6 bulan sekali kalau untuk itu (kualitas air). Kalau untuk air minum itu 1 bulan sekali itu idealnya sesuai sesuai Permenkes. Jadi air yang kita gunakan itu benar-benar air yang layak dan aman," cetusnya.
Peralihan dari air sumur ke PDAM sebenarnya bisa saja dilakukan. Mengingat kualitas air dari PDAM itu sudah diperiksa atau diolah terlebih dahulu sebelum distribusi.
Sehingga jika memang kondisinya tak memungkinkan untuk mendapat air bersih. Masyarakat bisa menggunakan air PDAM sebagai pilihannya.
Walaupun tak dipungkiri Wara, pihaknya masih mendengar keluhan di masyarakat terkait kadang-kadang air yang mengalir tak sesuai kebutuhan dan sebagainya.