Pemkot Buka 17 Depo dan TPST, Sampah Masih Berserakan di Kota Yogyakarta

sejumlah titik di wilayah Kota Yogyakarta masih terdapat tumpukan sampah akibat penutupan TPST Piyungan

Galih Priatmojo
Jum'at, 04 Agustus 2023 | 20:26 WIB
Pemkot Buka 17 Depo dan TPST, Sampah Masih Berserakan di Kota Yogyakarta
Tumpukan sampah di sekitar lapangan Kenari di Jalan Kenari meski ada tulisan larangan membuang sampah pada Jumat (04/08/2023). [Kontributor/ Putu Ayu Palupi]

SuaraJogja.id - Pemkot Yogyakarta akhirnya membuka 14 depo dan 3 Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) untuk menanggulangi darurat sampah. Pembukaan depo dan TPST dilakukan pada 3-5 Agustus 2023.

Namun tumpukan sampah masih saja terlihat di sejumlah titik. Sebut saja di sekitar lapangan Kenari di Jalan Kenari, tumpukan sampah berserakan meski ada tulisan larangan membuang sampah pada Jumat (04/08/2023). Kondisi serupa juga terlihat beberapa titik sisi selatan Lapangan Mandala Krida serta di kawasan Beskalan atau Patuk.

Penjabat (pj) Walikota Yogyakarta, Singgih Raharjo, Jumat (04/08/2023) sore pun berharap warga Kota Yogyakarta tidak lagi membuang sampah secara sembarangan. Sebab 14 depo dan 3 TPST sudah dibuka untuk pembuangan sampah, khususnya sampah residu.

"Kalau yang kasus kemarin ini yang di Patuk atau Beskalan sudah bersih dan saya berharap tidak ada lagi karena depo sudah kita buka dan perlu kesadaran warga," paparnya.

Baca Juga:Viral, Warga Jogja Berebut Buang Sampah ke Truk Pengangkut Usai TPST Piyungan Ditutup

Menurut Singgih, meski dibuka, jam operasional 14 depo dan 3 TPS di Kota Yogyakarta dibuat terbatas. Untuk warga yang ingin membuang sampah secara mandiri, depo dibuka antara pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB. Sementara untuk penggerobak antara pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.

Singgih pun meminta warga memilah sampah sebelum dibuang ke depo. Dengan demikian bisa mengurangi sampah yang akan dibawa ke TPST Piyungan setelah berada di depo.

Apalagi kapasitas TPST Piyungan juga masih terbatas dalam menampung sampah dari Kota Yogyakarta. Setiap hari TPST Piyungan hanya mampu menampung 100 ton per hari sampah dari Kota Yogyakarta.

Sedangkan Kulon Progo hanya bisa menampung 15 ton sampah dari Kota Yogyakarta per hari. Padahal rata-rata sampah yang dihasilkan Kota Yogyakarta sekitar 200 ton per harinya.

"Jadi pilahlah sampah sejak dari rumah tangga, sampah residu bisa dibawa ke depo," ungkapnya.

Baca Juga:TPST Piyungan Ditutup hingga Banyak Sampah Warga Berserakan di Ring Road Jogja, Pemuda Ini Ubah Namanya jadi Trash Road

Sementara untuk menghadapi libur akhir pekan, Singgih mengajak wisatawan untuk mengurangi produksi sampah. Mereka bisa memilah antara sampah organik dan anorganik agar penguraian di tingkat depo dan TPS semakin mudah dilakukan.

"Kalau kita produksi sampah terus tentu akan memperparah situasi, kalau kita bisa kurangi dan dilakukan pemilahan yang mana bisa diolah antara sampah organik dan anorganik di tingkat hulu," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak