Residen RSUP Dr Sardjito Jadi Korban Amukan Keluarga Pasien, Ini Kronologi dan Fakta Sebenarnya

Residen RSUP Sardjito diduga alami kekerasan oleh keluarga pasien kritis yang meninggal. Kasus diselesaikan damai, keluarga pasien minta maaf. Isu pelaku keluarga Dirut RS dibantah.

Muhammad Ilham Baktora
Senin, 25 Agustus 2025 | 20:53 WIB
Residen RSUP Dr Sardjito Jadi Korban Amukan Keluarga Pasien, Ini Kronologi dan Fakta Sebenarnya
Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan menjelaskan kasus kekerasan di Yogyakarta, Senin (25/8/2025). [Kontributor/Putu]

SuaraJogja.id - Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang residen kembali terjadi.

Kali ini residen di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito Yogyakarta diduga mendapat kekerasan usai unggahan yang ramai di akun Instagram @drg.mirza pada akhir pekan lalu.

Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan di Yogyakarta, Senin (25/8/2025) menyatakan pihaknya tidak menoleransi segala bentuk kekerasan maupun perundungan, baik dari keluarga pasien maupun dari internal tenaga kesehatan sendiri.

"Kami sudah menyiapkan langkah perlindungan bagi residen yang menjadi korban, termasuk melalui visum sebagai bentuk antisipasi jika menempuh jalur hukum," paparnya.

Baca Juga:Santri Diduga Dianiaya di Ponpes Sleman, Orang Tua Kecewa dan Lapor Polisi Usai Dianggap Bertengkar

Banu menjelaskan, kasus tersebut bermula pada Jumat (22/8/2025) lalu saat RSUP Sardjito menerima pasien dalam kondisi kritis di Instalasi Gawat Darurat.

Pasien tersebut merupakan seorang ibu dengan enam anak.

Sebelumnya pasien sudah mengalami henti jantung di rumah rakit di Magelang.

"Indikasinya ada perdarahan di sistem pencernaan. Upaya medis sudah dilakukan sesuai prosedur dengan supervisi dokter senior, namun pada dini hari Sabtu [23/8/2025] pasien tidak tertolong," jelasnya.

Kondisi itu membuat salah satu anggota keluarga pasien tidak terima.

Baca Juga:Tak hanya Takbirdha, Dua Orang Penganiaya Driver ShopeeFood di Sleman Juga jadi Tersangka

Dia kemudian melampiaskan emosinya pada residen yang bertugas.

Kekerasan berupa verbal dan fisik sempat terjadi. Untungnya residen berhasil menangkis pukulan sehingga tidak mengalami luka serius.

Namun korban mengalami luka di lengan tangan. Keluarga pasien masih tidak terima dan sempat mendesak agar dilakukan upaya medis lanjutan demi memberikan harapan hidup.

"Namun setelah dijelaskan mengenai kondisi medis pasien dan prosedur yang sudah ditempuh, pihak keluarga akhirnya menerima," jelas dia.

Meski sempat ramai, RSUP Sardjito memastikan kasus tersebut kini telah diselesaikan secara damai antara keluarga pasien dan tenaga medis.

Dengan demikian rencana upaya hukum yang awalnya akan dilakukan akhirnya dibatalkan pasca mediasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak