Baca 10 detik
- Pabrik rokok HS di Muntilan mempekerjakan 70 penyandang disabilitas tunarungu dan tunawicara dengan sistem kerja inklusif.
- Karyawan difabel merasa terbantu karena mendapatkan kesetaraan hak, gaji penuh, serta lingkungan kerja yang bebas diskriminasi.
- Perusahaan berkomitmen terus menerima karyawan disabilitas sebagai wujud nyata visi pemilik dalam menciptakan peluang kerja inklusif.
Muhammad Hanafi, perwakilan HRD Pabrik Rokok HS, mengakui bahwa 70 karyawan difabel yang ada saat ini memiliki etos kerja yang luar biasa.
"Mereka justru lebih semangat, dan kinerjanya juga sangat baik," ujar Hanafi.
Ia menambahkan bahwa visi ini berakar dari instruksi pemilik perusahaan, Muhammad Suryo, yang ingin menjadikan pabrik ini sebagai rumah bagi siapa saja yang mau berusaha, tanpa memandang keterbatasan fisik.
"Kami akan terus menerima karyawan disabilitas," imbuhnya.
Baca Juga:Di Tengah Tagar KaburAjaDulu, Siswa Difabel Yogyakarta Buktikan Cinta Indonesia Lewat Tarian