- BPPTKG melaporkan delapan guguran lava Gunung Merapi meluncur sejauh 1,7 kilometer ke barat daya pada Sabtu dini hari.
- Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah hingga kini masih berstatus Level III atau Siaga.
- Suplai magma yang terus berlangsung memicu potensi bahaya awanpanas dan guguran lava di sejumlah alur sungai.
Warga Diminta Tak Masuk Zona Bahaya
Dengan suplai magma yang masih berlangsung, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di wilayah yang telah ditetapkan sebagai daerah potensi bahaya.
Masyarakat juga diminta mewaspadai ancaman lahar dan awanpanas guguran, terutama ketika hujan turun di sekitar Gunung Merapi.
Hujan dapat meningkatkan potensi bahaya material vulkanik yang terbawa aliran sungai.
Baca Juga:Satu Armada Tembus Rata-rata 3 Kali Perjalanan Sehari, Libur Natal Wisata Jip Merapi Bawa Berkah
Selain itu, masyarakat di sekitar Merapi diminta mengantisipasi kemungkinan gangguan akibat abu vulkanik apabila terjadi erupsi.
Gunung Merapi saat ini memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut dan wilayahnya mencakup Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten.
Selama aktivitas magma masih berlangsung, guguran lava dan potensi awanpanas menjadi ancaman utama bagi kawasan yang berada di jalur sungai berhulu Merapi. Karena itu, masyarakat diminta tidak memasuki zona bahaya dan mengikuti arahan petugas.