Tak Bisa Lagi Jor-joran di Tengah Efisiensi , FKY 2026 Andalkan Kekuatan Komunitas Seni

Efisiensi anggaran membuat Pemda DIY mengubah FKY 2026 dengan menyerahkan peran utama kepada komunitas seni dan masyarakat lewat kolaborasi lintas wilayah.

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 08 September 2026 | 19:55 WIB
Tak Bisa Lagi Jor-joran di Tengah Efisiensi , FKY 2026 Andalkan Kekuatan Komunitas Seni
Pemasangan pancang FKY 2026 di Sleman, Yogyakarta, Selasa (8/9/2026). [Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]
Baca 10 detik
  • Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi menyatakan efisiensi anggaran pemerintah mengubah pelaksanaan Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026.
  • FKY 2026 berlangsung di Lapangan Beran Sleman pada 13 sampai 19 September 2026 dengan melibatkan komunitas seni.
  • Penyelenggaraan festival bertema Aksara ini bertujuan meninggalkan jejak keberlanjutan aktivitas kebudayaan bagi generasi muda DIY.

SuaraJogja.id - Efisiensi anggaran yang terus dilakukan pemerintah pusat ke daerah ikut mengubah cara pemerintah menggelar agenda kebudayaan di DIY. Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 tidak lagi sekadar menempatkan pemda sebagai penggerak utama, tetapi komunitas seni dan masyarakat yang akhirnya mengambil peran lebih besar.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi disela rangkaian persiapan FKY 2026 di Sleman, Yogyakarta, Selasa (8/9/2026) mengakui kondisi efisiensi membuat penyelenggaraan kegiatan budaya harus dilakukan dengan cara berbeda. Komunitas seni yang selama ini tumbuh secara organik di masyarakat didorong untuk mengambil ruang dan berkolaborasi dalam FKY 2026.

"Pada kondisi-kondisi efisiensi seperti ini, kemunculan sendiri-sendiri itu tidak terlalu menguntungkan," paparnya.

Menurut Dian, di tengah tekanan fiskal, pemda tidak mungkin terus menjadi satu-satunya pihak yang menghidupkan aktivitas kebudayaan. Potensi komunitas di lima kabupaten/kota akhirnya harus ditangkap, diberi ruang, kemudian dipertemukan dalam satu ekosistem festival.

Baca Juga:Kematian Bambang hingga Ricuh di Simpang Gramedia, Pakar: Jangan Biarkan Ormas Jadi Polisi Jalanan

Apalagi banyak komunitas seni yang sebenarnya tumbuh organik di kota ini. Karenanya pemda harus kemudian bisa menangkap potensi-potensi tersebut.

"Kita perlu untuk lebih mengaktivasi, memberi ruang, memberi media untuk saling berdialog. Komunitas-komunitas di Yogyakarta untuk seni budaya itu luar biasa lho," tandasnya. 

Strategi tersebut, lanjut Dian kemudian diterapkan dalam FKY 2026 yang mengusung tema "Bahasa" dengan tajuk "Aksara". Festival yang berlangsung di Lapangan Beran, Sleman, pada 13-19 September 2026 ini Melibatkan komunitas seni dari lima kabupaten/kota di DIY.

Setiap daerah membawa karya budaya dan kekhasannya masing-masing untuk kemudian dikolaborasikan dengan seniman dan komunitas. Sleman sebagai tuan rumah juga memperoleh ruang untuk mengeksplorasi sejarah wilayahnya. 

"Salah satunya melalui narasi pabrik gula Beran yang menjadi bagian dari representasi perjalanan sejarah Sleman," jelasnya.

Baca Juga:Gagal Amankan Aksi di Simpang Empat Gramedia, JPW Kecam Pembiaran Bentrokan dan Keterlibatan Ormas

Dian menambahkan, pola tersebut menjadi penting di tengah keterbatasan anggaran. Alih-alih bergerak sendiri-sendiri dengan dukungan pemerintah yang terbatas, potensi komunitas yang ada dikumpulkan dalam satu kurasi sehingga dampaknya bisa lebih luas.

"Jadi ketika kemudian kita bersatu, kemudian dikemas dalam satu kurasi, maka ini akan menjadi satu festival yang berdampak," katanya.

Namun Dian menyebut keberhasilan FKY tidak semestinya hanya dihitung dari banyaknya pengunjung atau aktivitas ekonomi selama festival berlangsung. Justru pemda ingin melihat festival tersebut mampu meninggalkan jejak dan membuat aktivitas kebudayaan terus hidup setelah selesai.

"Yang perlu kita lihat adalah pascanya. Jadi festival ini tidak berhenti," tegasnya.

Karena itu, Disbud DIY akan melihat apakah penyelenggaraan FKY mampu meningkatkan apresiasi maupun minat masyarakat, terutama generasi muda, terhadap aktivitas kebudayaan yang dilakukan secara rutin di lima kabupaten/kota.

Pola kolaborasi juga terlihat dari desain FKY 2026. Sembilan seniman dilibatkan untuk menggarap berbagai aspek festival melalui konsep seni terapan, mulai dari infrastruktur, panggung, papan informasi, pasar, dekorasi hingga tata kelola sampah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak