Banting Stir dari Driver Online, Arif Sukses dengan Angkringan Empon-empon

Kalau hanya mengandalkan pendapatan dari sopir masih belum bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Makanya, terus buka angkringan, kata Arif.

M Nurhadi
Senin, 08 Juni 2020 | 08:30 WIB
Banting Stir dari Driver Online, Arif Sukses dengan Angkringan Empon-empon
Wedang empon-empon angkringan Lik Arif yang berlokasi di Kuncen Kota Yogyakarta. (Fajar Rianto/TIMES Indonesia)

SuaraJogja.id - Sejak diumumkannya kasus pertama virus corona di indonesia, wabah ini terus menyebar hingga saat ini hampir seluuruh wilayah di Indonesia terdampak.

Pada awal wabah ini terjadi di Indonesia, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sempat mempopulerkan wedang empon-empon yang diyakini dapat menangkal virus asal Wuhan.

Seiring waktu berjalan, empon-empon jadi primadona di tengah masyarakat. Salah satu warung yang menjual wedang empon-empon, angkringan Arif Budi Utama atau Lik Arif di Kuncen Kota Yogyakarta turut terdampak. Angkringannya kini semakin dikenal lantaran menjual wedang empon-empon.

“Ya, sejak Pak Presiden Jokowi bilang bahwa empon-empon bisa menangkal corona, saya langsung ikut menjual empon-empon. Ternyata, permintaan sangat banyak,” kata Lik Arif kepada TIMES Indonesia, Minggu (7/6/2020).

Baca Juga:Selama Pandemi LPDB-KUMKM Salurkan Pinjaman ke Koperasi Rp 307,3 Miliar

Dalam membuat wedang empon-empon, Lik Arif biasa menggunakan bahan rempah-rempah yang seperti umumnya dikenal oleh masyarakat. Seperti diantaranya kunir putih, kunir, jahe, kayu manis, cengkeh, sere, jeruk nipis.

Tak hanya empon-empon, ia juga menambahkan gula batu yang menjadi ciri khas wedang yang ada di Kota Jogja. Harga yang ia tawarkan juga terbilang murah, sekitar Rp 4 ribu per gelas.

“Warung ini mulai buka pukul 17.00 WIB sampai dengan pukul 00.03 WIB dinihari,” jelas Lik Arif.

Tidak hanya menjual wedang empon-empon, angkringan Lik Arif juga menyediakan berbagai menu khas angkringan Jogja, seperti, nasi kucing, sate usus, kepala ayam, gorengan dan sebagainya. 

Meski lokasinya berada di tengah perkampungan, tidak lantas membuat angkringan ini sepi dari pembeli. Bahkan, di tengah wabah seperti saat ini, angkringan miliknya selalu didatangi pembeli.

Baca Juga:Azriel Minta Krisdayanti dan Raul Lemos Jangan Sakiti Anang Hermansyah

“Pelanggan ya tetangga, warga luar kampung dan mahasiswa,” ujarnya.

Ia juga mengisahkan, awal mulanya ia bukan penjual angkringan. Sebelum virus corona mewabah, ia biasa bekerja sebagai sopir taksi online. Namun, setelah pekerjaannya sepi karena terdampak [andemi akhirnya ia mencari alternatif usaha.

“Kalau hanya mengandalkan pendapatan dari sopir masih belum bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Makanya, terus buka angkringan,” jelasnya.

Salah seorang pembeli, Ambar mengatakan, wedang empon-empon buatan Arif menjadi salah satu pilihannya lantaran rasanya yang nikmat.

“Selain segar, wedang empon-empon Lik Arif ini membuat badan jadi enteng dan stamina semakin meningkat,” jelas Ambar disela-sela menikmati wedang empon-empon Lik Arif yang berlokasi di Kuncen Kota Yogyakarta. Mau mencicipinya, kunjungi segera angkringan Lik Arif ya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak