Jelang Iduladha, RPH Giwangan Batasi Jumlah Pemotongan Hewan Kurban

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora
Jelang Iduladha, RPH Giwangan Batasi Jumlah Pemotongan Hewan Kurban
Suasana Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan Kota Yogyakarta pada Rabu (22/7/2020), yang dipersiapkan untuk pemotongan hewan kurban pada perayaan Iduladha 2020. - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Selam pandemi ini, satu sapi ditangani oleh dua orang dan satu kambing ditangani oleh satu orang,

SuaraJogja.id - Pandemi Covid-19 saat ini memengaruhi jumlah hewan kurban yang akan dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan, Kota Yogyakarta pada Iduladha. Tahun ini hanya sekitar 400 ekor hewan kurban yang akan disembelih.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja Sugeng Darmanto menerangkan bahwa pembatasan tersebut dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 dalam penyelenggaraan Idul Adha 2020.

"Mengingat di tengah wabah seperti ini tentunya langkah pencegahan penularan harus kami lakukan, termasuk membatasi jumlah hewan yang dipotong dan juga petugas jagal dari mitra yang biasa bekerja sama dengan kami," jelas Sugeng, dihubungi wartawan, Rabu (22/7/2020).

Suasana Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan Kota Yogyakarta pada Rabu (22/7/2020), yang dipersiapkan untuk pemotongan hewan kurban pada perayaan Iduladha 2020. - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)
Suasana Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan Kota Yogyakarta pada Rabu (22/7/2020), yang dipersiapkan untuk pemotongan hewan kurban pada perayaan Iduladha 2020. - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Sugeng menerangkan, 400 hewan yang akan dipotong tersebut terdiri dari 200 lembu dan 200 kambing. Pihaknya juga menekankan pencegahan dan keamanan Covid-19 di RPH setempat.

"Kuota untuk lembu 200 ekor dan kambing 200 ekor nantinya. Tentu pencegahan serta keamanan Covid-19 untuk para penjagal kami terapkan agar tak menimbulkan kasus baru," tutur Sugeng.

Ia menambahkan, saat pandemi ini, satu sapi ditangani oleh dua orang dan satu kambing ditangani oleh satu orang, sehingga pihaknya hanya menerjunkan 14 orang yang terbagi ke dalam tujuh tim.

"Jika tahun lalu satu lembu pengulit hewannya bisa mencapai tiga hingga empat orang, sekarang kami batasi hanya satu sampai dua orang," ungkap dia.

Pemotongan sendiri dilakukan setelah salat Iduladha. Sugeng menerangkan, pemotongan hewan dilakukan mulai 31 Juli-3 Agustus 2020.

Suasana Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan Kota Yogyakarta pada Rabu (22/7/2020), yang dipersiapkan untuk pemotongan hewan kurban pada perayaan Iduladha 2020. - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)
Suasana Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan Kota Yogyakarta pada Rabu (22/7/2020), yang dipersiapkan untuk pemotongan hewan kurban pada perayaan Iduladha 2020. - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Dihubungi terpisah, Sekretaris Baznas Kota Yogyakarta Misbachrudin menjelaskan, hewan kurban yang akan dipotong di RPH Giwangan didaftarkan terlebih dahulu melalui Baznas Kota Yogyakarta.

"Kami data terlebih dahulu jumlah hewan yang nantinya akan dipotong di RPH Giwangan. Hingga saat ini [22 Juli] sudah ada 140 lembu dan 25 kambing yang terdaftar," terang dia.

Misbachrudin menyebutkan, pendaftaran hewan kurban tersebut akan dilayani hingga hari Tasyrik ketiga, yakni 3 Agustus mendatang.

"Terakhir pendaftaran pukul 09.00 WIB pada hari Tasyrik ketiga. Masyarakat bisa langsung ke Baznas Kota Jogja, bisa dalam bentuk uang atau hewan," jelas dia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS