alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Temukan Situs Bersejarah di Dusun Pereng, Begini Penjelasan BPCB DIY

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana Rabu, 24 Februari 2021 | 20:25 WIB

Temukan Situs Bersejarah di Dusun Pereng, Begini Penjelasan BPCB DIY
eorang warga menunjukkan lokasi penemuan bebatuan diduga pondasi situs di sekitar perbukitan Desa Wisata Pereng, Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Rabu (24/2/2020). [Hiskia Andika Weadcaksana / Suarajogja.id]

warga dusun Pereng dikagetkan dengan sebuah bongkahan batu diduga situs bersejarah.

SuaraJogja.id - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Daerah Istimewa Yogyakarta masih melakukan peninjauan lebih lanjut terkait dengan temuan batuan yang diduga pondasi situs bersejarah di sekitar perbukitan Desa Wisata Pereng, Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman. Hingga kini belum bisa dipastikan temuan itu merupakan situs bersejarah atau bukan.

"Kami sudah melakukan peninjauan pada Senin (22/2/2021) kemarin. Sebetulnya masih sulit untuk mengidentifikasi temuan tersebut," kata Kepala BPCB DIY Zaimul Azzah, saat dikonfirmasi awak media, Rabu (24/2/2021).

Azzah tidak memungkiri bahwa pihaknya masih kesulitan mengidentifikasi temuan tersebut. Saat ini BPCB masih melakukan observasi lebih lanjut terkait temuan batuan itu.

Disampaikan Azzah, sejauh ini jika dilihat dari hasil survei awal yang telah dilakukan kemarin maka formasi batuan yang tersusun rapi itu adalah bagian dari struktur pagar. Bukan tanpa dasar, pihaknya menyebut bukti itu diperkuat dengan temuan batuan putih atau kapur.

Baca Juga: Cuti Bersama Dipangkas, Pemkab Sleman Yakini Tidak Akan Ada Masalah

"Namun ya dugaan sementara ini dari hasil peninjauan awal kemarin dengan adanya temuan batu-batu putih diduga merupakan struktur pagar," jelasnya.

Kendati demikian, Azzah juga belum bisa memastikan bahwa struktur yang diduga pagar itu adalah bagian dari candi atau bukan. Pasalnya untuk memastikan kebenaran itu, diperlukan penelitian lebih lanjut.

"Jadi tentunya memang masih diperlukan penelitian lebih lanjut, apakah itu pagar dari halaman candi atau petirtaan," terangnya.

Guna lebih membantu proses penelitian, kata Azzah, pihaknya akan segera melakukan ekskavasi. Hal itu diperlukan untuk lebih memastikan struktur yang terlihat tadi merupakan bagian dari candi atau bukan.

"Kami segera merencanakan penelitian lebih lanjut melalui ekskavasi. Diupayakan Maret sudah bisa ekskavasi, semoga hujan sudah berkurang," ujarnya.

Baca Juga: Ketersediaan Kit Antigen di Sleman Terbatas, Tracing Belum Bisa Tancap Gas

Senada, Pakar Penyelamatan Benda Temuan BPCB DIY Retno Isnurwindryaswari menuturkan belum mengetahui latar belakang sejarah batuan yang ditemukan tersebut. Termasuk juga dengan sejarah dari lokasi penemuan batuan yang tersusun tersebut

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait