facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Klitih Makin Meresahkan, Pemkab Bantul Bentuk Jejaring Anti Klitih

Galih Priatmojo | Rahmat jiwandono Sabtu, 01 Januari 2022 | 16:33 WIB

Klitih Makin Meresahkan, Pemkab Bantul Bentuk Jejaring Anti Klitih
Ilustrasi klitih - (Suara.com/Iqbal Asaputro)

pelaku klitih 80 persen adalah remaja usia sekolah dan datanya sudah ada

SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul membentuk jejaring anti klitih guna menanggulangi maraknya kejahatan jalanan akhir-akhir ini. 

Menurut Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, pelaku klitih 80 persen adalah remaja usia sekolah dan datanya sudah ada. Mereka ada di sekolah-sekolah sehingga tidak sulit untuk menemukannya. 

"Oleh karena itu, fungsi bimbingan konseling di sekolah-sekolah harus diperkuat," paparnya, Sabtu (1/1/2022). 

Dia menjelaskan, melalui bimbingan konseling bisa mengidentifikasi siswa yang punya 'potensi' melakukan kenakalan yang tidak wajar di jalanan. Kemudian mereka bisa dibina secara khusus dan dilaporkan ke orang tua. 

Baca Juga: Aksi Klitih Ramai Lagi di Akhir Tahun? Begini Penjelasan Polda DIY

"Yang paling urgent adalah mengidentifikasi anak-anak remaja sehingga bisa dicegah sedini mungkin. Maka peran orang tua di sini sangat penting," katanya. 

Untuk itu, orang tua tidak boleh membebankan tanggung jawab untuk mendidik anak kepada sekolah, para orang tua harus bertanggung jawab. Ini sudah disampaikan dan koordinasikan dengan kepala sekolah se-Kabupaten Bantul. 

"Agar orang tua sering diundang ke sekolah dan diberi laporan tentang perkembangan anak-anaknya," katanya. 

Butuh sinergi guna menghadapi fenomena klitih ini. Penanganan klitih tidak bisa hanya diserahkan kepada sekolah saja. Namun, yang punya tanggung jawab ialah orang tua. 

"Orang tuanya lah yang paling bertanggung jawab untuk membina," ungkapnya. 

Baca Juga: Akhir Tahun Bermunculan Klitih di Jogja, Wali Kota Minta Orang Tua Terlibat Penanganan

Di samping itu, komunitas-komunitas dan relawan yang telah terbentuk seperti karang taruna, jaga warga, dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) bisa dikonsolidasikan untuk menjadi jejaring anti klitih

"Nanti akan diperkuat jejaring ini bersama polisi, TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)," imbuhnya. 

Kendati membentuk jejaring anti klitih, penegakan hukum juga harus terus dilanjutkan secara lebih tegas. Meskipun mereka masih di bawah umur tentu harus diamankan daripada terjadi korban yang lebih banyak. 

"Saya kira harus optimistis menghadapi klitih itu. Setelah jejaring klitih ini berjalan efektif akan bisa ditanggulangi," terangnya.  

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait