Merapi Erupsi, Wisata Jip Masih Beroperasi Namun Menolak Trip Area Berbahaya

potensi ancaman bahaya berupa guguran lava dan awan panas, diperkirakan dengan radius kurang lebih sejauh 5 Km dari puncak Merapi.

Galih Priatmojo
Sabtu, 12 Maret 2022 | 12:43 WIB
Merapi Erupsi, Wisata Jip Masih Beroperasi Namun Menolak Trip Area Berbahaya
Wisata jip di Kali Kuning, Pakem, Sleman, Rabu (20/10/2021). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

SuaraJogja.id - Aktivitas gunung Merapi mulai menunjukkan peningkatan signifikan pada 10 Maret 2022, dini hari. Sejumlah tempat wisata berjarak 5 Km dari puncak sudah ditutup. 

Kendati demikian, masih ada pengecualian bagi beberapa wisata tertentu di kawasan Kaliurang. Mereka boleh beroperasi melayani tamu dengan sejumlah persyaratan. 

Panewu Cangkringan Djaka Sumarsana mengatakan, seperti telah disampaikan dalam surat edaran yang dikeluarkan Dinas Pariwisata Sleman, potensi ancaman bahaya berupa guguran lava dan awan panas, diperkirakan dengan radius kurang lebih sejauh 5 Km dari puncak. Sedangkan lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak, bila terjadi letusan eksplosif. 

"Kegiatan pariwisata di Bukit Klangon, Bunker Kaliadem, Kinahrejo (Petilasan Mbah Maridjan), Jalur Tracking Merapi radius 5 km dari puncak, Jalur Sun Rise Kaliadem Jeep Wisata, Wisata Religi Turgo ditutup sementara. Sampai dengan penurunan aktivitas Gunungapi Merapi," ungkapnya, Sabtu (12/3/2022). 

Baca Juga:Pemkab Sleman Siapkan 40 Barak Antisipasi Erupsi Merapi, Siap Menerima Pengungsi dari Perbatasan

Pemerintah Kalurahan setempat agar menutup akses masuk menuju lokasi destinasi yang disebutkan tadi. 

Sementara itu, retribusi Kepuharjo dan Umbulharjo tetap beroperasional, untuk melayani kunjungan wisatawan di area wisata dengan jarak lebih dari 5 Km dan puncak Gunungapi Merapi. 

"Kawasan Wisata Kaliurang yang berjarak 6,8 Km dan Museum Terbuka Bakalan berjarak lebih dari 5 Km dari puncak Gunungapi Merapi. Sehingga masih aman untuk dikunjungi," jelasnya. 

Kegiatan jip wisata masih diizinkan beroperasional, dengan rute jarak aman lebih dari 5 Km dari puncak Gunungapi Merapi, serta sementara membatasi aktivitas di sungai yang berhulu di Merapi.

Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Wilayah Barat Dardiri mengungkapkan, trip yang berjarak 5 Km dari puncak, baik itu di aliran Kali Gendol tak diperbolehkan. 

Baca Juga:Hasil Liga 1: Sama Kuat, PSS Sleman dan Persita Berbagi Poin di Stadion Ngurah Rai

Larangan manuver dilakukan di titik tersebut tidak ada kompromi sama sekali. 

"Siapa yang mau melawan alam, kita menjadi satu komunitas," ucapnya. 

Sementara itu untuk manuver jip yang biasanya dilakukan di kawasan Kali Kuning, dimungkinkan bisa berjalan bila situasi kondisi dan cuaca memungkinkan. 

"Kalau tidak ya tidak boleh," ucapnya. 

Dardiri menyebut, situasi erupsi Merapi pada hari pertama cukup menyebabkan wisatawan takut, meskipun jalur trip memiliki titik aman. Bahkan, ada beberapa trip dibatalkan oleh wisatawan. 

Namun demikian, di hari berikutnya, wisatawan sudah kembali seperti biasa. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak