facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus PMK Meningkat Jelang Idul Adha, Muhammadiyah Minta Pemerintah Pastikan Kesehatan Hewan Kurban

Galih Priatmojo Kamis, 23 Juni 2022 | 09:08 WIB

Kasus PMK Meningkat Jelang Idul Adha, Muhammadiyah Minta Pemerintah Pastikan Kesehatan Hewan Kurban
Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan tentang PMK di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (22/06/2022). [Kontributor / Putu Ayu Palupi]

DIY bahkan disebut berada di urutan ke-7 jumlah kasus PMK tertinggi secara nasional.

SuaraJogja.id - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meminta pemerintah memastikan kesehatan hewan kurban. Sebab 10 Zulhijah 1443 Hijriah atau Hari Raya Idul Adha akan segera semakin dekat pada  9 Juli 2022 mendatang.

Kepastian kesehatan hewan kurban ini sangat penting mengingat kasus Penyakut Kulit dan Mulut (PMK) hewan ternak, termasuk di DIY terus saja bermunculan. Berdasarkan data siagapmk.id total kasus PMK di DIY mencapai 3.120 kasus.

Angka ini terdiri dari 1.630 kasus di Sleman, 908 kasus di Bantul, 307 kasus di Kulon Progo dan 275 kasus di Gunungkidul. Dari jumlah itu ada 13 ternak yang mati dan 87 ekor di antaranya sudah dinyatakan sembuh. DIY bahkan disebut berada di urutan ke-7 jumlah kasus PMK tertinggi secara nasional.

Karenanya pemerintah perlu mengambil langkah sigap, cepat dan akurat. Hal itu penting agar PMK tidak semakin meluas dan menjadi wabah yang dapat  merugikan petani.

Baca Juga: Muhammadiyah Tetapkan Idul Adha 1443 Hijriah pada 9 Juli 2022

"Kami percaya pemerintah dapat mengatasi PMK, syukur bisa menekan sedemikian rupa di hari-haru yang makin dekat ke ibadah kurban," ujar Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (22/06/2022).

Menurut Haedar, bagi petani atau peternak, satu ekor kambing atau sapi sangatlah berharga. Karenanya bila kesehatan hewan ternak mereka bisa terjamin dari penyakit PMK, maka rejeki mereka pun tidak akan terganggu.

Masyarakat yang akan berkurban pun diminta untuk memastikan hewan kurban mereka sehat. Sebab kesehatan hewan kurban bisa berdampak pada kesehatan manusia yang mengkonsumsinya.

"Sebaiknya sapi kurban untuk kepentingan konsumsi betul-betul sehat sebab nanti dampaknya tidak bagus untuk kesehatan [bila sakit]. Kita imbau masyarakat umum supaya berkurban menyembelih hewan kurban yang sehat sesuai dengan persyaratan, ini imbauan kami," paparnya.

Dalam kesempatan ini, Haedar berpesan bagi umat Muslim yang memiliki kelebihan harta bisa menyumbangkan hewan kurban dalam perayaan Idul  Adha mendatang. Mereka bisa menyumbang melalui Lazismu yang selama pandemi ini dikenal banyak menyebarkan bantuan hewan-hewan kurban bagi warga yang membutuhkan.

Baca Juga: PN Surabaya Kabulkan Pernikahan Beda Agama, Begini Respons NU dan Muhammadiyah

"Mudah-mudahan PMK tidak mewabah karena langkah pemerintah yang cepat," tandasnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait