Durka (bukan nama sebenarnya) mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta lainnya mengaku terkejut dengan penetapan UKT yang diterimanya. Ia merupakan mahasiswa baru (maba) angkatan 2024 yang lolos dari melalui jalur SNBP.
Mahasiswa asal Jabodetabek itu mendapatkan UKT golong X dengan nominal Rp9,2 juta. Walaupun merasa masih tidak terlalu jomplang dengan kondisi latar belakang keluarga namun perbedaan UKT tahun ini cukup mengejukan.
"Sebetulnya kalau melihat dari latar belakang kondisi keluarga saya itu sesuai-sesuai saja, namun dilihat dari UKT 2023 itu sangat berbeda. Makanya saya terkejut setelah mengetahui saya dapat UKT golongan 10," kata dia, dihubungi, Selasa (28/5/2024).
Ayahnya merupakan PNS sedangkan sang ibu merupakan ibu rumah tangga. Nilai UKT yang cukup tinggi itu dirasa tidak sesuai dengan kondisinya. Apalagi dia yang merupakan pendatang masih memerlukan biaya hidup di Jogja selama kuliah. Termasuk untuk membiayai adiknya yang juga tengah menempuh pendidikan.
Baca Juga:Ratusan Mahasiswa UGM Terancam Tak Lanjutkan Kuliah Akibat UKT, Kampus Genjot Cari Beasiswa
Ia kini belum melakukan upaya penurunan atau banding untuk penyesuaian UKT yang didapatnya. Pasalnya, ia menilai masih banyak persyaratan yang sulit untuk dipenuhi dalam prosesnya.
"Belum (upaya penurunan), dikarenakan untuk banding UKT itu agak sulit harus memenuhi syarat-syarat yang tidak bisa dipenuhi oleh saya dan banding juga akan dibuka saat bulan September-Oktober," ungkapnya.
Syarat-syarat yang dianggap terlalu sulit dipenuhi itu di antaranya Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), Surat PHK, Surat pernyataan Kebangkrutan Usaha, hingga surat keterangan kematian untuk yang mencari nafkah. Setidaknya syarat-syarat itu yang digunakan untuk banding UKT pada 2023 kemarin.
Namun tak berhenti di situ, dia masih berupaya mencari jalan lain untuk membantu meringankan biaya kuliahnya itu. Termasuk dengan mencari beasiswa yang tersedia.
"Untuk mengatasinya saya harus mencari beasiswa prestasi. Namun beberapa beasiswa sudah tutup sejak Mei lalu dan persyaratannya kebanyakan harus ada SKTM. Insya allah saya menunggu beasiswa unggulan 2025 nanti," terangnya.
Baca Juga:UGM Bakal Tinjau Ulang Kerjasama Jasa Pinjol untuk Bayar UKT Mahasiswa
"Selagi Beasiswa Unggulan 2025 belum dibuka, saya akan terus berprestasi dan menambah kemampuan-kemampuan yang saya punya untuk memenuhi syarat beasiswa unggulan," sambungnya.