SD Negeri Banyak yang Kekurangan Murid, Pemerintah Siapkan Opsi 'Regrouping'

Kemendikdasmen mewacanakan penggabungan (regrouping) SD negeri yang kekurangan murid akibat faktor demografi dan pergeseran preferensi orang tua untuk meratakan guru.

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:20 WIB
SD Negeri Banyak yang Kekurangan Murid, Pemerintah Siapkan Opsi 'Regrouping'
Ilustrasi fenomena SD Negeri sepi peminat, hingga tak ada murid yang mendaftar. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mewacanakan penggabungan sekolah dasar negeri yang kekurangan murid di berbagai daerah pada Jumat, 24 Juli 2026.
  • Penurunan jumlah anak usia sekolah serta perubahan preferensi orang tua memilih sekolah swasta dan keagamaan menyebabkan kekurangan murid.
  • Kebijakan penggabungan sekolah bertujuan mengatasi ketimpangan jumlah siswa sekaligus mendorong pemerataan guru secara proporsional.

Fajar Riza menyebut, salah satu faktor utama adalah perubahan demografi. Jumlah anak usia sekolah dasar di sejumlah daerah terus mengalami penurunan sehingga berdampak langsung terhadap jumlah peserta didik baru yang dapat diterima sekolah.

"Ada faktor demografi, memang jumlah usia anak SD itu semakin menurun," ujarnya.

Fajar Riza menambahan, persoalan demografi merupakan faktor alamiah yang tidak dapat diabaikan dalam perencanaan pendidikan. Ketika jumlah anak usia sekolah berkurang, maka jumlah siswa yang masuk ke sekolah secara otomatis ikut menurun.

"Jika jumlah sekolah tetap dipertahankan dalam jumlah yang sama, maka konsekuensinya akan muncul sekolah-sekolah dengan jumlah peserta didik yang sangat sedikit," tandasnya. 

Baca Juga:Antisipasi Kasus Siswa Keracunan Terulang, Disdik Sleman Minta Sekolah Data Ulang Penjual Makanan Kantin

Namun kekurangan murid di SD negeri tidak hanya disebabkan oleh berkurangnya jumlah anak usia sekolah. Faktor lain yang juga berpengaruh adalah perubahan preferensi orang tua dalam memilih pendidikan bagi anak.

Saat ini, menurut dia, terdapat kecenderungan sebagian orang tua memilih sekolah swasta tertentu yang dianggap memiliki kualitas pendidikan lebih baik atau menawarkan program yang sesuai dengan kebutuhan anak. Bahkan, orang tua tetap bersedia membayar biaya pendidikan untuk mendapatkan layanan pendidikan yang mereka anggap berkualitas.

"Yang kedua memang ada tren orang tua lebih memilih sekolah swasta tertentu yang dianggap punya kualitas. Mereka mau memasukkan anak meskipun berbayar," katanya.

Selain sekolah swasta, pilihan terhadap sekolah berbasis keagamaan juga disebut semakin meningkat. Sebagian orang tua melihat sekolah keagamaan, termasuk pesantren dan sekolah berasrama atau boarding school, sebagai pilihan pendidikan yang dinilai dapat membantu membentuk karakter anak.

Pilihan tersebut juga berkaitan dengan kekhawatiran orang tua terhadap berbagai persoalan yang dihadapi anak dan remaja saat ini. Pendidikan berbasis agama dinilai dapat memberikan penguatan karakter dan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:Delapan Siswa SD di Sleman Diduga Keracunan Jajanan Kantin, Disdik Berikan Penjelasan

"Yang ketiga biasanya orang tua ada tren memasukkan anak mereka ke sekolah-sekolah keagamaan. Karena merasa untuk mengatasi persoalan kenakalan remaja hari ini, pilihannya masuk ke sekolah keagamaan, termasuk pesantren," ujar Wamendikdasmen.

Kondisi itu, lanjutnya, turut mendorong meningkatnya minat terhadap sekolah dengan sistem boarding. Perubahan preferensi tersebut kemudian berdampak pada persebaran siswa yang tidak lagi merata di setiap satuan pendidikan. 

Ada sekolah yang jumlah siswanya terus bertambah, tetapi pada saat yang sama terdapat sekolah lain yang hanya memiliki beberapa siswa dalam satu angkatan. 

"Ketimpangan tersebut pada akhirnya menimbulkan persoalan tersendiri dalam pengelolaan sumber daya pendidikan, termasuk distribusi guru," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak