alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tanda Erupsi Merapi Kian Dekat, BPPTKG: Tidak Akan Sebesar Tahun 2010

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana Kamis, 26 November 2020 | 08:05 WIB

Tanda Erupsi Merapi Kian Dekat, BPPTKG: Tidak Akan Sebesar Tahun 2010
Warga melintasi jalanan dengan latar belakang Gunung Merapi di Kaliurang, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Rabu (25/11/2020). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Aktivitas Gunung Merapi yang terus terjadi dan cenderung meningkat selama ini, kata Dewi, merupakan sebuah tanda bahwa erupsi kian dekat.

SuaraJogja.id - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan-Geologi (BPPTKG) menyebutkan, potensi erupsi Gunung Merapi yang akan datang tidak akan sebesar erupsi pada 2010 silam.

Hal itu disampaikan langsung oleh Perekayasa Ahli Madya BPPTKG-PVMBG-Badan Geologi Dewi Sri Sayudi saat dikonfirmasi awak media, Rabu (25/11/2020).

Ia mengatakan bahwa hal itu terlihat dari beberapa fakta yang terlihat dari aktivitas Gunung Merapi beberapa waktu ini.

Fakta-fakta itu di antaranya mulai dari migrasi magma yang berlangsung pelan, tidak terjadinya kegempaan dalam, serta jumlah, pola, dan peningkatan kegempaan yang dihasilkan selama ini.

Baca Juga: Link Live CCTV Merapi, Memantau Aktivitas Gunung Merapi Secara Real Time

Begitu juga dengan deformasi EDM yang bersifat efusif mengikuti pola tahun 2006.

Selain itu, banyak terjadinya gempa embusan dalam beberapa waktu belakang. Hal itu menandakan lepasnya material dari Gunung Merapi.

"Kalau dari analisis data yang telah dilakukan, jika terjadi erupsi eksplosif, kemungkinan tidak sebesar erupsi tahun 2010 lalu,” kata Dewi Sri.

Kendati begitu, aktivitas Gunung Merapi yang terus terjadi dan cenderung meningkat selama ini, kata Dewi, merupakan sebuah tanda bahwa erupsi kian dekat.

“Dari pemantauan baik seismik, deformasi dan guguran terus meningkat. Hal itu menunjukkan bahwa waktu erupsi semakin dekat,” ucapnya.

Baca Juga: Gunung Merapi Alami 45 Kali Gempa Guguran pada Selasa Kemarin

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Joko Supriyatno mengimbau masyarakat untuk tidak perlu panik yang berlebihan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait