Viral Tuai Kritikan, Parkir Ilegal di Malioboro akan Jalani Sidang Tipiring

Sebelumnya viral wisatawan curhat mengenai tarif parkir mahal.

Galih Priatmojo | Mutiara Rizka Maulina
Rabu, 02 Juni 2021 | 21:09 WIB
Viral Tuai Kritikan, Parkir Ilegal di Malioboro akan Jalani Sidang Tipiring
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho ditemui di kantor Dishub Kota Yogyakarta Rabu (2/6/2021). [Mutiara Rizka Maulina / SuaraJogja.id]

SuaraJogja.id - Setelah viral harga pecel lele yang tidak wajar, masyarakat Jogja juga dibuat ramai dengan aduan masyarakat mengenai harga parkir mobil yang cukup tinggi di sekitar Malioboro. Menanggapi hal tersebut, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta melakukan pemeriksaan dan menemukan oknum yang meminta uang parkir secara ilegal.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho mengatakan pihaknya bersama dengan kepolisian menemukan ada seseorang yang tidak memiliki legalitas meminta uang dari pengunjung yang memarkirkan kendaraannya. Pihaknya sendiri hanya bisa menjalankan fungsi pembinaan karena tidak memiliki kewenangan penindakan.

"Makanya kaki koordinasi ada pihak kepolisian dan satpol pp untuk kita lakukan proses hukumnya," kata Agus ditemui di Kantor Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Rabu (2/6/2021).

Dishub Kota Yogyakarta bersama dengan petugas gabungan mendapatkan empat orang yang melakukan tindakan ilegal. Siang tadi baru dua orang yang hadir untuk dilakukan pemeriksaan dan pemberkasan. Dua orang lainnya akan dijadwalkan datang lagi Jumat depan. Sedangkan sidang untuk pelaku akan berlangsung Rabu (9/6/2021) depan.

Baca Juga:Viral Curhat Parkir Mahal di GL Zoo, Begini Respon Pengelola Gembira Loka

Agus menyebutkan jika pihaknya tidak bisa melakukan penutupan karena lokasi yang digunakan sendiri ilegal atau memang tidak memiliki izin parkir. Pelaku sendiri tidak bisa disebut sebagai juru parkir lantaran tidak memiliki surat tugas dari Dishub.

Ia menambahkan, ada beberapa titik di Kota Yogyakarta yang diberikan legalitas untuk menyediakan lahan parkir. Baik milik pemerintah maupun swasta. Dengan adanya peristiwa ini, Agus berharap masyarakat bisa menyadari agas aspek legal dan formal dalam aktivitas ekonomi bisa diselesaikan terlebih dahulu.

Aspek legal formal sendiri dinilai memberikan keamanan bagi masyarakat. Upaya untuk meniadakan parkir ilegal sendiri sudah terus dilakukan. Bahkan, pihaknya sudah melakuka  patroli untuk mencegah terjadinya tindak pelanggaran lalu lintas maupun parkir ilegal bersama denga  polisi dan Satpol PP.

"Tapi sekali lagi, tidak mungkin bisa mencakup semua titik di kota Jogja, kami harus akui," imbuhnya.

Setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu pihaknya dan petugas gabungan rutin melakukan patroli dari sore sampai malam hari. Pelaku parkir ilegal sendiri disebut kucing-kucingan dengan pihak kepolisian. Bagi masyarakat yang masih nekat melakukan kegiatan itu, maka proses hukum akan dijalankan.

Baca Juga:Hindari Parkir Mahal di Mal, Google Maps Kembangkan Fitur Ini

Terkahir, Agus berharap kepada masyarakat yang ingin berkunjung ke Jogja untuk memperhatikan rambu larangan parkir. Jangan sampai menghentikan kendaraannya di atas marka biku-biku. Hal itu akan memicu hadirnya parkir ilegal.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi berharap agar wisatawan tidak segan untuk bertanyak kepada petugas parkir dimanapun. Jika mengalamu perlakuan yang tidak semestinya untuk segera membuat laporan ke petugas terdekat. Di tempat wisata seperti Maliboro dipastikan ada petugas yang berjaga.

"Untuk destinasi wisata, termasuk kawasan Malioboro, selalu ada petuga baik Jogoboro, Satpol PP maupun petugas Dishub Kota Yogyakarta. Mereka akan membantu para wisatawan," terangnya. 

Berita Terkait

Meski masih berusia 22 tahun, publik kerap menyangsi Amanda Manopo semakin hari justru lebih mirip dengan emak-emak dibandingkan dengan perempuan seusianya.

depok | 06:27 WIB

Gibran memberikan komentar bernada sindiran sebagai respon atas klaim Polda Metro Jaya yang menyebut bahwa video viral Mario Dandy yang memasang kabel ties sendiri sebagai borgol ke tangannya merupakan hasil editan dari dua peristiwa yang berbeda.

sumedang | 06:00 WIB

Baginya, selama ini penonton yang notabene jauh kualitas finansialnya dari para influencer hanya dibuai sebuah khayalan jadi kaya sedangkan kemungkinan itu amat tipis terjadi.

depok | 05:48 WIB

"Gue kasih lu, nggak ada embel-embel, 3 bulan lu nggak turun 20 kilo, lu balikin duitnya ke gue," tandas Deddy.

depok | 05:18 WIB

News

Terkini

Dia mengaku tak menyangka keputusannya menjadi mitra UMi akan membawanya menjadi sosok yang dipercaya oleh masyarakat.

News | 19:00 WIB

Selain relawan, BPBD juga melatih organisasi perangkat daerah (OPD) untuk pencegahan hingga penanggulangan kebakaran.

News | 17:12 WIB

Diungkapkan Rini bahwa dari data empat tahun terakhir itu pengidap sifilis memang didominasi laki-laki.

News | 17:08 WIB

Atas penyerangan itu korban mengalami luka-luka. Korban satu mengalami luka memar di leher dan rahang karena dipukul kemudian dicekik.

News | 14:18 WIB

terjadi tren penurunan orang asing yang masuk ke DIY sejak tahun 2019.

News | 14:14 WIB

Menurut Anne, perubahan jadwal dilakukan karena karakter penumpang di Yogyakarta dan Solo berbeda dengan Jabodetabek.

News | 11:32 WIB

Disampaikan Herwatan, dua mantan camat itu diperiksa sebagai saksi atas kasus penyalahgunaan TKD dengan tersangka Direktur Utama PT Deztama Putri Sentosa

News | 23:56 WIB

Kuwat merupakan salah satu korban dukun pengganda uang di Banjarnegara

News | 23:43 WIB

Berdasarkan laporan Future of Dating 2023, disebutkan bahwa Gen Z mengutamakan autentisitas dalam dunia kencan.

Lifestyle | 19:33 WIB

Fasilitas Swiss-Belboutique Yogyakarta ini terbuka untuk umum. Bahkan, disediakan gratis peminjaman handuk mandi bagi setiap tamu yang berenang.

Lifestyle | 17:18 WIB

Budhi menambahkan, program vaksinasi di DIY juga menyasar para penghuni lapas.

News | 17:10 WIB

Pembatalan calon siswa yang mendaftar lewat zonasi radius tetap dilakukan meskipun yang bersangkutan sudah masuk dalam KK selama satu tahun.

News | 16:50 WIB

Unit PPA Polresta Jogja sudah berupaya memfasilitasi kelima perempuan sebagai korban itu untuk direhabilitasi di Balai Dinas Sosial DIY.

News | 16:40 WIB

Elektabilitas Ganjar Pranowo disalip Prabowo Subianto berdasar survei Litbang Kompas

News | 16:12 WIB
Tampilkan lebih banyak