Membedah Sejarah dan Mitos Plengkung Gading, Situs Sakral yang Kini Diberi Pagar

Plengkung Gading berfungsi sebagai satu dari lima gerbang masuk wilayah Keraton Jogja.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Minggu, 25 Juli 2021 | 15:54 WIB
Membedah Sejarah dan Mitos Plengkung Gading, Situs Sakral yang Kini Diberi Pagar
Ilustrasi Plengkung Gading - (Suara.com/Iqbal Asaputro)

Mitos lainnya yang berkaitan dengan kesakralan Plengkung Gading adalah, jenazah rakyat biasa tak diperbolehkan melintas di bawahnya. Dengan kata lain, sultan boleh melewatinya jika sudah meninggal, sedangkan rakyat biasa jika masih hidup saja. Bahkan jika tempat pemakaman masyarakat biasa dekat dengan Plengkung Gading, rombongan jenazah harus memutar untuk menghindari lorong Plengkung Gading.

Selain itu, Plengkung Gading disebut-sebut bisa menetralkan ilmu hitam. Entah sengaja atau tidak, orang yang memiliki ilmu hitam akan kehilangan kesaktiannya jika melewati Plengkung Gading.

Plengkung Gading dipanjat

Begitu sakralnya Plengkung Gading, tetapi pernah ada juga yang orang-orang yang tak acuh pada tata krama di sana. Akhir Maret lalu, seorang pemuda membuat kepala banyak orang mendidih gara-gara memanjat Plengkung Gading hingga videonya viral. Bercelana pendek serta pakaian lengan panjang, pria di video viral itu berdiri tepat di ujung Plengkung Gading.

Baca Juga:Mengulik Asal-usul Tolpit Kue khas Bantul, Namanya Jorok tapi Rasanya Enak

Ia tampak merentangkan kedua tangannya sambil menengadahkan kepala, disaksikan sejumlah pengendara yang melintas di sekitar lokasi tersebut. Terekam dalam video berdurasi 27 detik itu, setelah berpose, pemuda tersebut jongkok seakan hendak turun.

Tak ada orang lain yang terlihat menemani aksi pemuda itu. Ia berdiri seorang diri di atas Plengkung Gading. Tak diketahui pula apa motifnya memanjat Plengkung Gading sambil berpose di depan khalayak umum.

Sontak dirinya panen hujatan dari warganet karena aksinya dianggap norak dan tak menunjukkan sopan santun, mengingat Plengkung Gading merupakan cagar budaya Jogja yang tak seharusnya dipanjat seperti itu.

Pemuda panjat Plengkung Gading Jogja - (Twitter/@txtfromjogja)
Pemuda panjat Plengkung Gading Jogja - (Twitter/@txtfromjogja)

Sebelumnya pada 2017, aksi serupa pernah dilakoni presenter Ricky Komo hingga ia mendapat teguran dari putri bungsu Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan HB X, GKR Bendara, melalui Instagram.

Dalam unggahannya, GKR Bendara mengingatkan bahwa Plengkung Gading adalah situs bersejarah, sehingga, meskipun masih muda dan bukan orang Jogja, Ricky Komo seharusnya tetap menjaga sopan santun.

Baca Juga:Mau Wisata Horor di Jogja? Baca Dulu Kisah di Balik 5 Rumah Angker Ini

Tak lama, Ricky Komo kemudian mengakui kesalahannya. Ia lantas meminta maaf serta berterima kasih pada warga Jogja dan keluarga Keraton Jogja karena telah mengingatkan dirinya untuk menghormati kesakralan Plengkung Gading.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini

Tampilkan lebih banyak