Keluarga mereka yang pernah bertemu dengan induk semang, juga lantas percaya. Setidaknya poin-poin itu yang kemudian mendorongnya merekomendasikan kos itu kepada mahasiswa lainnya, termasuk adiknya.
Tapi sejak peristiwa yang menimpa adiknya, ia mencoba menghubungi teman kos di masa sebelumnya. Lina kemudian tersadar bahwa ia salah, kos itu bukan kos putri yang aman.
"Saya beranggapan dia orang baik," sebut Lina.
Namun waktu ia mencoba menelepon salah satu narasumber. Narasumber tersebut cerita kalau ia tidak pernah mendengar mahasiswa mendapatkan pelecehan. Hanya saja, pernah suatu ketika, pekerja rumah tangga yang bekerja dengannya dipegang bagian vitalnya oleh terduga pelaku, yang tak lain adalah bapak kos.
Baca Juga:Kasus Pelecehan Mahasiswi Unsri, Polda Sumsel Limpahkan Berkas Dua Tersangka ke Kejaksaan
Teman kos Angela dan Lina yang berada dalam satu grup percakapan, sontak dibuat terkejut pula oleh kisah yang dipaparkan Lina.
'Masak kayak gitu', 'Apa mahasiswa itu menggunakan pakaian seksi?', menjadi kalimat yang jamak ia baca dalam kolom percakapan grup. Demikan juga kalimat 'Aku dulu zaman pakai tanktopan, pakai celana pendek, enggak hijab-an di kosan, tapi enggak kejadian seperti ini' cerita Lina menirukan pernyataan teman-temannya.
"Agak syok mereka, mereka merasa itu tempat aman. Mereka berusaha mencoba bahu-membahu menghubungi. Ternyata pernah ada teman kosan bagian tubuhnya diraba, ada juga anak kos yang kakinya luka, bapak kosnya inisiatif jadi tukang urut, padahal mau cari tukang urut lain, tapi bapak kosanya tutup pintu. Dia langsung hubungi saudara selama dalam proses urut itu," ungkap dia.
"Tapi mereka enggak mau speak up. Itu dinamika korban. Saya syok dengan kejadian itu," imbuhnya.
Pengakuan Terduga Pelaku
Baca Juga:Buka Posko Pengaduan Kekerasan Seksual, Nasdem Beri Dampingan Hukum Hingga Layanan Kesehatan
Selasa (28/12/2022), Tim kolaborasi menapaki sebuah jalan sempit menuju sebuah indekos, dengan berbekal arah acuan yang diberikan oleh Lina. Kos itu jaraknya hanya beberapa kilometer dari Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Teknologi Yogyakarta, Universitas Sarjana Wiyata Taman Siswa dan Sekolah Tinggi Pertanian. Berada di tengah padatnya penduduk bermukim.