Penutupan Pasar Hewan Bantul Efektif Tekan PMK, Nol Kasus Baru Dalam Sepekan

Bantul sudah menerima sejumlah 33 ribu dosis vaksin.

Muhammad Ilham Baktora
Selasa, 21 Januari 2025 | 08:13 WIB
Penutupan Pasar Hewan Bantul Efektif Tekan PMK, Nol Kasus Baru Dalam Sepekan
Kandang ternak sapi di salah satu wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (ANTARA/Hery Sidik)

SuaraJogja.id - Penutupan pasar hewan di Kabupaten Bantul selama 2 minggu memberikan dampak positif dalam mengurangi penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah ini. Terbukti meski baru sepekan ditutup ternyata jumlah sapi terkena PMK tidak ada penambahan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo menuturkan saat ini angka sapi yang menderita PMK sudah tidak bertambah sejak pasar hewan Imogiri ditutup sepekan lalu. Saat ini pihaknya mencatat ada 337 ekor sapi yang sakit karena PMK.

"Yang mati itu ada 36 ekor," tutur dia, dikutip Selasa (21/1/2025).

Mulai Senin kemarin dilakukan vaksinasi karena Bantul sudah menerima sejumlah 33 ribu dosis vaksin. Hewan yang bakal diberi vaksin prioritasnya adalah sapi yang sehat hal ini dilakukan karena untuk mencegah terpapar PMK.

Baca Juga:Bantul Dapat Alokasi Pupuk Bersubsidi 17.562 Ton pada Tahun 2025

Vaksinasi ini akan dilakukan di 17 kapanewon yang ada di Kabupaten Bantul. Untuk pelaksanaan vaksinasi tersebut dilakukan oleh petugas-petugas dari Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten Bantul.

"Kami dibantu oleh pak tentara [TNI] untuk vaksinasi. Jadi petugas kami cukup," tambahnya.

Joko belum mengetahui sampai kapan pelaksanaan vaksinasi tersebut bakal selesai. Namun dia mengupayakan agar vaksinasi ini dapat segera diselesaikan sehingga Bantul bisa terbebas dari PMK kembali.

Pihaknya saat ini tengah fokus menangani lonjakan kasus PMK. Namun, di tengah meningkatnya kasus, permintaan daging sapi di wilayah Bantul diklaim tetap stabil.

"Permintaan daging sapi tidak mengalami penurunan, bahkan cenderung stabil. Kami menghimbau masyarakat agar tidak trauma terhadap penyakit ini karena PMK tidak termasuk penyakit zoonosis, sehingga tidak menular dari hewan ke manusia," ujar Joko.

Baca Juga:Maksimalkan Lahan Seluas 200 Hektare, Pemkab Bantul Kembangkan wilayah Poncosari Jadi Sentra Ketahanan Pangan

Sebagai langkah pencegahan, DKPP Bantul telah menutup pasar hewan di Imogiri mulai Selasa (17/1/2025). Penutupan pasar hewan ini direncanakan berlangsung selama dua pekan untuk meminimalkan penyebaran virus PMK.

Kontributor : Julianto

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Bagaimana Prediksimu untuk Tahun 2026? Lebih Baik atau Lebih Suram?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Trivia Natal: Uji Pengetahuan Anda Tentang Tradisi Natal di Berbagai Negara
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Kepribadian: Siapa Karakter Ikonik Natal dalam Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak