Jogja Darurat Sampah: Penertiban Swasta Berujung Tumpukan Menggunung, WTE Jadi Harapan Terakhir?

Di tengah kesulitan tersebut, pemerintah pusat menjanjikan akan membangun fasilitas pengolahan sampah.

Muhammad Ilham Baktora
Kamis, 24 Juli 2025 | 17:39 WIB
Jogja Darurat Sampah: Penertiban Swasta Berujung Tumpukan Menggunung, WTE Jadi Harapan Terakhir?
Sampah plastik berserakan di Ring Road Selatan, Rabu (4/6/2025). [Kontributor/Putu]

SuaraJogja.id - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY hingga saat ini masih kesulitan dalam mengelola maupun mengolah sampah meski desentralisasi sudah berlaku selama setahun terakhir.

Di tengah kesulitan tersebut, pemerintah pusat menjanjikan akan membangun fasilitas pengolahan sampah menjadi energi atau Waste to Energy (WTE).

Tak main-main, WTE di DIY bisa mengolah sampah jadi energi hingga 1.000 ton per hari. Fasilitas ini merupakan proyek pemerintah pusat yang akan dibangun di 33 daerah.

"Salah satunya yang jadi prioritas WTE itu adalah untuk wilayah Jogja dan sekitarnya," papar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo di Yogyakarta, Kamis (24/7/2025).

Baca Juga:Danais Dipangkas Prabowo, Mesin Pengolah Sampah Rp18 Miliar di DIY Batal

Menurut Kusno, Pemda sudah dipanggil pemerintah untuk koordinasi lanjutan.

Selain Pemda, Pemkot Yogyakarta juga ikut diundang karena selama ini Kota Yogyakarta diketahui paling sulit dalam menangani sampah.

Setelah koordinasi di tingkat pusat, Pemda DIY akan melanjutkan pembahasan dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Jogja, Pemkab Sleman, dan Pemkab Bantul.

Selain itu Pemda tinggal menyiapkan lahan untuk pembangunan fasilitas WTE.

DLHK DIY saat ini tengah mencari lahan seluas 5 hingga 6 hektar dalam program tersebut.

Baca Juga:Rahasia Jogja Kurangi Sampah Hingga 70 Persen: Insentif Penggerobak jadi Kunci

Kawasan Piyungan menjadi salah satu opsi yang akan menampung pengolahan sampah dengan kapasitas besar.

WTE tersebut nantinya menggantikan pola tradisional yang selama ini hanya mengandalkan TPS3R.

"Di minggu ini nanti kami agendakan untuk menindaklanjuti dari pemerintah soal pengelolaan sampah menjadi energi listrik," paparnya.

WTE berbeda dengan TPS3R, baik dari sisi teknologi maupun skema pembiayaannya. Seluruh biaya pembangunan akan ditanggung pemerintah pusat.

Pemda hanya berperan dalam menyiapkan lahan dan melakukan sosialisasi.

Selain itu memastikan pengangkutan sampah berjalan lancar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak