facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sutedjo Berhenti, Penjabat Bupati Kulon Progo Bakal Terapkan "Asta Brata"

Eleonora PEW Senin, 23 Mei 2022 | 12:40 WIB

Sutedjo Berhenti, Penjabat Bupati Kulon Progo Bakal Terapkan "Asta Brata"
Gubernur DIY Sri Sultan HB X dan Pj Wali Kota serta Bupati menyampaikan paparannya di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Minggu (22/05/2022). - (Kontributor SuaraJogja.id/Putu)

Ia memastikan akan menindak siapa pun yang terlibat korupsi.

SuaraJogja.id - Menggantikan Sutedjo untuk sementara, Penjabat Bupati Kulon Progo Tri Saktiyana akan menerapkan "asta brata", yang berarti delapan etika untuk tata kelola pemerintahan bagi pemimpin di kabupaten pimpinannya. Salah satunya laku ambeging tirto, berlaku seperti air.

Tri Saktiyana di Kulon Progo, Minggu, memastikan akan menindak siapa pun yang terlibat korupsi. Mengingat, ia pernah lolos sebagai kandidat pengisi jabatan pimpinan KPK saat masih menjabat sebagai Kepala Bappeda Bantul, 2014 lalu.

"Air mengalir dari atas turun ke bawah, seperti rezeki, jangan sampai ada bawahan yang setor ke atasan. Kulon Progo akan bebas korupsi, kalau ada yang korupsi ditindak saja," kata Tri Saktiyana.

Dirinya juga siap menyesuaikan diri dengan sifat dan karakter Kulon Progo dalam mengemban tugas sebagai penjabat bupati. "Kami meminta agar selalu diingatkan saat berbuat salah serta didukung jika melakukan kebaikan," katanya.

Baca Juga: Buat Warga Bekasi, Ini Link Streaming Pelantikan Dani Ramdan sebagai PJ Bupati Bekasi

Selain itu, lanjut dia, Kulon Progo memiliki masalah terutama kemiskinan. Namun potensi yang dimiliki Kulon Progo saat ini dinilainya sangat mampu mengatasi masalah tersebut, di antaranya potensi pertanian, industri, perdagangan dan Bandara Internasional Yogyakarta, serta harapan hidup di Kulon Progo yang semakin tinggi.

"Kami meyakini, tidak kurang dari lima tahun ke depan Kulon Progo akan semakin solid dan semakin baik lagi," ucapnya.

Sesuai dengan arahan Mendagri dan Gubernur DIY, Tri Saktiyana akan menyiapkan pemilu yang lebih demokratis, jujur dan adil serta berupaya mengatasi kemiskinan. Dirinya menyatakan kesiapan untuk berkonsolidasi dengan kabupaten/kota lain di DIY, pemerintah provinsi serta pemerintah pusat.

"Selain kemiskinan, kami memiliki pekerjaan utama, yakni pesta demokrasi nantinya di Kulon Progo berjalan dengan demokratis, jujur dan adil," katanya.

Sementara itu, di akhir masa jabatannya, Bupati Kulon Progo Sutedjo menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan dan kekhilafan selama menjalankan roda pemerintahan. Ia juga meminta maaf apabila dalam memimpin Kulon Progo belum memenuhi keinginan dan harapan seluruh masyarakat setempat.

Baca Juga: Bakal Kembali Jadi Pejabat Bupati Bekasi, Inilah Profil Dani Ramdan

"Saya yakin sebenarnya masih banyak pekerjaan rumah yang harus ditunaikan dalam rangka membangun dan menyejahterakan masyarakat Kulon Progo. Namun karena keterbatasan ini, kewajiban tersebut belum bisa diselesaikan dengan baik," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait